KAMIS , 26 APRIL 2018

Pembentukan Laskar PBB Belum Pasti

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 22 Februari 2018 11:45
Pembentukan Laskar PBB Belum Pasti

Kepala Bapenda Kota Makassar, Irwan Adnan. foto: net

* Bapenda Masih Kaji Regulasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rekrutmen anggota Laskar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar yang sebelumnya ditargetkan dimulai awal Februari, molor. Alasannya, Bapenda masih perlu mengkaji regulasi perihal rencana pembentukan laskar tersebut.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Irwan Adnan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengkajian. Pasalnya, ia tidak ingin keberadaan Laskar PBB terkesan dipaksakan.

“Laskar PBB untuk sementara masih dikaji. Ada beberapa hal yang belum pas buat saya. Harus koordinasikan dengan pihak terkait utamanya pihak pemeriksaan baik inspektorat dan BPKA,” ujar Irwan Adnan, Rabu (21/2) kemarin.

Ia mengatakan bahwa pertimbangan belum terbentuknya Laskar PBB ini lantaran pekerjaan dari laskar ini akan bersentuhan dengan masyarakat sehingga pertanggungjawabannya berat karena akan kembali pada masyarakat.

“Jangan sampai kita sudah gunakan uang masyarakat kemudian hasilnya tidak maksimal untuk kemaslahatan masyarakat, dan ini pokoknya tidak pas dan tidak bermanfaat untuk masyarakat saya tidak akan jalankan,” ucap Irwan Adnan.

Sementara itu, Kepala UPTD PBB, Adriyanto juga mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengkajian terhadap pembentukan 100 laskar PBB ini. “Iya agak molor sedikit, tapi kembali ke pimpinan katanya dia mau lihat dulu regulasinya. Bagaimana bentuk pertanggungjawabannya nanti,” kata Adriyanto.

Menurut Adriyanto, lambatnya perekrutan anggota Laskar PBB bukalah masalah. Sebab, dibutuhkan perencanaan yang matang sebelum rencana tersebut direalisasikan.
Meski begitu, dia mengaku sudah menyiapkan beberapa hal seperti formulir pendaftaran dan klasifikasi persyaratan yang harus dipenuhi oleh pendaftar.

Hal paling penting yang harus dimiliki oleh calon anggota, kata dia adalah basic teknik. Hal itu dikarenakan tugas mereka nantinya lebih condong ke penilaian material bangunan.
“Sampai saat ini belum ada perekrutan, koordinasi dengan pimpinan soal waktunya. Kami di UPTD siap-siap saja kapanpun itu,” lanjutnya.

Diketahui, pembentukan Laskar PBB ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menyasar wajib pajak baru di sektor PBB.

Meski Bapenda telah memiliki Laskar Peduli Pajak, tapi kehadiran Laskar PBB ini diharapkan bisa lebih konsentrasi ke PBB, dimana tim tersebut nantinya akan melihat kesesuaian nilai PBB dengan tanah dan bangunan.

Jika merujuk pada rencana awal, Bapenda baru menyasar sekitar 100 anggota. Mereka nantinya akan ditempatkan dibeberapa wilayah sebagai sampel untuk melihat bagaimana manfaat keberadaan laskar tersebut dalam peningkatan dan pencarian potensi baru disektor PBB. (*)


div>