SABTU , 20 OKTOBER 2018

Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Melalui Pelatihan Membuat ANTALGIS Dengan Motif Aksara Lontara

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 02 Juli 2018 14:50
Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Melalui Pelatihan Membuat ANTALGIS Dengan Motif Aksara Lontara

int

Aksara Lontara merupakan salah satu Aksara Nusantara warisan budaya bangsa yang merupakan tulisan tradisional kebanggan bagi masyarakat khususnya suku Bugis-Makassar yang saat ini perlu di lestarikan karena hampir terancam punah, maka usaha untuk mempertahankan keberadaan dari Aksara Lontara ini harus tetap di lakukan.

Banyak hal yang menyebabkan Aksara Lontara ini hampir punah salah satunya yaitu kurangnya sosialisasi dari para ahli untuk menularkan penggunaan Aksara Lontara ini kepada orang lain ataupun kepada anak didik itu sendiri terlebih kepada anak Panti Asuhan.

Melihat kenyataan banyak pengetahuan akan Aksara Lontara hampir punah terkhusus bagi mereka anak- anak panti asuhan, yang kurang akan pengetahuan budaya teknologi, sosial serta keterampilan, di mana aktifitas mereka hanya berada di ruang lingkup panti asuhan yang aktifitasnya kebanyakan di habiskan di dalam ruangan. salah satu panti yang mengalami masalah tersebut yaitu panti Asuhan Al-Khaerat. Panti Asuhan AL-khaerat merupakan satu dari begitu banyak panti asuhan yang ada di kota makassar.

Tepatnya berdiri di Jl. Daeng Tata Kompleks Hartaco Indah Blok 2 E. Kelurahan Ballang Baru, Kecamatan Tamalate Kota Makassar Sulawesi Selatan.

Melihat hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, Walaupun pemerintah juga tidak tinggal diam dengan keadaan tersebut melalui Program Kreatifitas Mahasiswa bidang pengabdian masyrakat (PKM-M) Yng di usung oleh mahasiswa universitas Negeri Makassar yaitu Nirma Yanti Pendidikan Kesejahteran Keluarga (PKK 2016) Selaku Ketua, Sukmawati Syukur (PKK 2015), Alfira (PKK 2017) dan Muhammad Yusran mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi,Komunikasi (PTIK 2016), yang akan membantu pemerintah dalam upaya melestarikan budaya dengan cara memberikan keterampilan yang di dalamnya mengandung upaya pelestarian budaya Aksara Lontara serta akan menciptakan anak panti Asuhan yang mandiri secara finansial dengan Judul “Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Melalui pelatihan menjahit ANTALGIS ( Bantal, Guling, Seprai, Selimut) dengan motif Aksara Lontara di panti asuhan Al-Khaerat” di bawah bimbingan Ibu Dr. Hamidah Suryani, M.Pd selaku dosen jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. PKM-M ini merupakan suatu program dari usulan proposal
mahasiswa yang didanai oleh DIKTI PADA TAHUN 2018 PKM-M ini berlangsung dari bulan April samapi juni 2018.

Ketua Tim menjelaskan bahwa PKM-M yang mereka buat ini berpusat untuk mengajarkan penyulaman dan menjahit Bantal, Guling, Seprai, dan Selimut (ANTALGIS) dimana di dalamnya terdapat tulisan Aksara Lontara sebagai motif yang dimana merupakan bentuk pengenalan dan upaya pelestarian budaya yang menjadi kebanggan dan ciri khas budaya Bugis-Makassar ini.

”Yang di lakukan yaitu mengajarkan anak panti asuhan menjahit serta membuat sulaman aplikasi dengan teknik tusuk feston pada ANTALGIS (Bantal, Guling, seprai, Selimut) dengan memasukkan unsur tulisan Aksara Lontara sebagai motifnya, melalui kegiatan ini kami juga memperkenalkan kepada anak panti akan Tulisan Aksara Lontara sebagai bentuk upaya pelestarian budaya Tulisan Aksara Bugis-Makassar ini. Selain itu kita juga mengajarkan kepada mereka untuk bisa mandiri dalam finansial melalui menjahit ANTALGIS untuk di jadikan bisnis
bagi mereka” ujar mahasiswa PKK, Selasa (26/6) lalu.

Mahasiswa angkatan 2016 ini sangat berharap pelatohan yang ia lakukan bisa berjalan lancar. Sehingga nantinya proposal yang telah di kirim bisa membawanya hingga akhir di Pimnas.

Sementara itu, pembimbing Nirma, Dr. Hamidah Suryani, M.Pd mengungkapkan bahwa PKM merupakan wadah bagi mahasisa unutk mengembangkan kreativitas intelektual dan kecerdasan dalam berorganisasi, menurutnya, kreativitas ialah panduan tiga unsur utama dalam diri manusia, yakni pikiran, perasaan, dan keterampilan.

“Mahasiswa dapat berlatih logika berfikir, melatih daya analisa, melatih moral communication, berlatih menulis, melatih agar dapat bekerja mandiri maupun bekerja sama tim/kelompok, melatih diri untuk disiplin, dan bertanggung jawab sesuai dengan bidang ilmu masing-masing,” ungkapnya. (*)


Tag
  • ANTALGIS
  •  
  • unm
  •  
    div>