KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Pembuktian Koalisi Rakyat

Reporter:

Suryadi - Fahrullah - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Jumat , 22 Juni 2018 09:48
Pembuktian Koalisi Rakyat

Dok. RakyatSulsel

– Hari Ini Kampanye Akbar IYL – Cakka

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kekuatan rakyat bakal tersaji di Makassar, hari ini, Jumat (22/6). Impian menembus rekor lahirnya pemimpin Sulsel dari usungan langsung masyarakat.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka), dijadwalkan melangsungkan kampanye terbuka di Lapangan Karebosi Makassar, hari ini. Paslon nomor urut empat Pilgub Sulsel ini melaju melalui jalur independen, dan didukung Partai Demokrat, Partai Berkarya dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Ketua Tim Rumah Kita, Bahar Ngitung, mengatakan, kampanye pamungkas IYL – Cakka menjelang masa tenang pilgub bakal melibatkan puluhan ribu massa. Antusiasme masyarakat sangat tinggi mengawal kemenangan paslon usungan koalisi rakyat ini.

“Masyarakat silih berganti berdatangan ke posko pemenangan Rumah Kita, berharap agar dilibatkan dalam kampanye terbuka IYL – Cakka,” ujar Bahar Ngitung, Kamis (21/6) kemarin.

Senator asal Sulsel tersebut menargetkan, peserta kampanye akbar IYL – Cakka di Lapangan Karebosi Makassar tidak kurang dari 50 ribu orang. “Sejumlah tokoh masyarakat menyatakan siap bergabung menghadiri kampanye akbar IYL -Cakka,” ungkapnya.

Simbol penyatuan rakyat identik dengan paslon IYL – Cakka. Teriakan rakyat bersatu tak bisa dikalahkan, menggema menyambut kehadiran pasangan cagub wagub yang teruji berpengalaman memimpin pemerintahan tersebut di setiap melakukan kampanye di kabupaten/kota di Sulsel.

Terobosan program IYL – Cakka, banyak dinantikan masyarakat. Dengan komitmen yang kuat, paslon yang teruji berpengalaman di bidang pemerintahan ini diyakini mampu memajukan pembangunan sumber daya manusia Sulsel ke depan.

IYL – Cakka memprogramkan subsidi dana pendidikan hingga Rp 1,5 triliun per tahun. Kenaikan anggaran hingga dua kali lipat tersebut untuk memastikan pelaksanaan pendidikan Sulsel yang berkualitas dan merata tanpa pungutan.

Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Sulsel, Adi Suryadi Culla, mengapresiasi program unggulan IYL – Cakka, khususnya program pendidikan dan rumah produktif. Dia menilai, dengan jumlah Rp 1,5 triliun yang disiapkan untuk biaya pendidikan setiap tahunnya, mampu mengakomodir dengan baik kepentingan dan kemajuan pendidikan di Sulsel.

“Memang sesuai regulasi yang ada, untuk program pemberdayaan pendidikan, mestinya diberikan 20 persen anggaran dari setiap kemampuan daerah. Saya kira besar itu. Tapi saya kira itu rasionya mendekati 20 persen anggaran dalam konstitusi dan regulasi. Berapa jumlah anggaran pendidikan? Kan dalam aturan sesuai 20 persen,” kata Adi.

Menurutnya, misi pendidikan IYL untuk kemajuan daerah memang konsisten. Hal ini bukan tanpa alasan. Eks Bupati Gowa dua periode itu dikenal sebagai tokoh pencetus pendidikan gratis.

“Tapi menurut saya, kalau misi pendidikan, komitmen dari Pak Ichsan yang menurut saya kuat. Itu kan sebagaimana yang dia laksanakan di Gowa dan komitmennya terhadap pendidikan justru menjadi salah satu primadona,” ucapnya.

Tujuan dari misi pendidikan, kata Adi, juga tidak terlepas dari dan sangat berkaitan dengan kesejahteraan rakyat. Adi mencontohkan tunjangan kinerja serta sarana dan prasarana pendidikan.

“Lalu terkait dengan kompetensi guru. Pentingnya ada pendidikan. Pelatihan dan berupa diklat dan itu kan kompetensi guru sangat penting. Pengembangan kompetensi guru melalui pengembangan di seluruh sekolah. Khususnya termasuk Honorer yang menjadi persoalan di kita,” harapnya.

Akademisi Unhas ini meyakini, dengan mendorong kualitas pendidikan, otomatis kemajuan daerah ikut meningkat. “Kemajuan sebuah negara diukur dari kemajuan pendidikan. Sumber daya manuasianya yah. Kemajuan Sulael itu dari pada SDMnya,” paparnya.

Selain terobosan di bidang pendidikan, IYL – Cakka juga memiliki terobosan dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Program tersebut yakni rumah produktif yang akan memberikan pelayanan bagi masyarakat untuk dapat belajar memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) di masing-masing daerah.

Menanggapi hal itu, Pakar Ekonomi Politik, Dr Marzuki DEA, mengungkapkan, program peningkatan SDM memang menjadi unggulan bagi para kandidat. Karena hal itu menjadi penopang dalam mensejahterakan masyarakat pada umumnya.

“Menurut saya untuk sementara kan Sulsel sedang butuh program yang memang bisa menyerap tenaga kerja. Daerah-daerah potensial ya, sehingga program-program siapa saja calon yang potensial untuk mendongkrak sektor ekonomi masing-masing daerah yang berbeda-beda itu menjadi unggulan,” terangnya.

Sehingga menurutnya, dengan program rumah produktif yang dimiliki IYL – Cakka, dapat menjadi solusi bagi pemanfaatan dan peningkatan SDM. “Saya pikir apa yang disampaikan dan yang diinginkan dari IYL Cakka ini agak tepat waktulah,” imbuhnya.

Cuma memang, kata dia, dalam pengaplikasiannya tentu akan mengalami perbedaan dalam setiap daerah tergantung dari potensi masing-masing yang dimiliki.

“Menurut saya tepat waktu sehingga nantinya hanya memang perlu diambil lebih jelas setiap daerah kan punya perbedaan ya termasuk disitukan harus dikelola sumber daya manusia,” jelasnya.

IYL – Cakka, menurutnya, punya peluang besar dalam mengangkat SDM masyarakat di Sulsel dengan programnya itu. Karena dengan SDM yang baik, maka pertumbuhan di Sulsel akan baik pula, tergantung bagaimana pengelolaannya.

“Jadi memang ini masa depan Sulsel. Sehingga Sulsel ini basis pertumbuhan yang harus dibekali dengan SDM yang kuat. Apabila tidak, bisa mengalami hambatan. Sehingga memang, untuk mendorong peningkatan SDM menjadi tuntutan. Dan bisa dipilih SDM mana yang mau ditingkatkan,” pungkasnya.

Sekedar informasi, IYL – Cakka memiliki keunggulan kompetitif yang berpeluang terpilih di Pilgub Sulsel, 27 Juni 2018, pekan depan. Selain bukti keberhasilan dan pengalaman kepemimpinan, IYL maupun Cakka dikenal memiliki integritas dan komitmen yang kuat memperjuangkan masyarakat.

Cagub Sulsel Ichsan Yasin Limpo tak lain adalah mantan Bupati Gowa dua periode, sementara Andi Mudzakkar yang nenjadi Cawagub pasangannya merupakan Bupati Luwu periode 2009-2013 dan periode 2013-2018. Keduanya banyak meluangkan waktu mengabdikan diri di bidang sosial dan kemanusiaan, termasuk berhimpun di organisasi Palang Merah Indonesia (PMI).

IYL memiliki kepeloporan dan bukti prestasi selama menjabat Bupati Gowa. Diantaranya, kepeloporan merintis pendidikan gratis di Gowa, yang akhirnya diberlakukan di Sulsel bahkan nasional. Hingga inovasi lain dalam pembangunan sumber daya manusia.

Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB), teruji berhasil menuntaskan angka melek huruf dan angka partisipasi murni SD hingga SLTA. Tak terkecuali, dengan inisiasi IYL memberikan bantuan beasiswa dan membangun jaringan kemitraan dengan sejumlah PTN terbaik nasional dalam memudahkan akses bagi putra terbaik daerah dalam melanjutkan studinya.

Di masa kampanye Pilgub, IYL Cakka komitmen untuk terus menjadikan kemajuan sektor pendidikan sebagai prioritas. Beberapa program terbaiknya diantaranya subsidi pendidikan Rp 2 triliun, hingga komitmen membentengi masyarakat melalui program pendidikan gratis bebas pungutan. Sektor lain yang menjadi perhatian pasangan IYL Cakka adalah peningkatan kesejahteraan rakyat, dengan membangun rumah produktif. (*)


div>