SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Pemcam Bacukiki Validasi Data Penerima PKH

Reporter:

Editor:

niar

Selasa , 14 November 2017 15:29
Pemcam Bacukiki Validasi Data Penerima PKH

int

PAREPARE, RAKSUL.COM – Pemerintah Kecamatan Bacukiki bersama para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) lingkup Kecamatan Bacukiki menggelar sosialisasi terkait program PKH kepada masyarakat kurang mampu khususnya calon penerima manfaat, di Aula Kelurahan Galung Maloang Kecamatan Bacukiki, Selasa (14/11/2017).

Sosialisasi yang dirangkaikan dengan kegiatan validasi dan verifikasi data keluarga calon penerima manfaat ini, dibuka langsung oleh Camat Bacukiki yang diwakili oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Kesra, Ita Purnamasari. Turut hadir para perwakilan kelurahan se-kecamatan Bacukiki serta pendamping PKH yang juga sebagai narasumber pada sosialisasi tersebut, Kartini.

Sebagaimana diketahui, untuk tahun 2017 ini kecamatan Bacukiki mendapatkan tambahan calon penerima manfaat program PKH sebanyak 38 keluarga dengan perincian kelurahan Lompoe sebanyak 17 keluarga, kelurahan Galung Maloang sebanyak 15 keluarga dan kelurahan Lemoe sebanyak 6 keluarga.

Kartini saat membawakan sosialisasi terkait program PKH menjelaskan bahwa data keluarga sebanyak 38 untuk wilayah Kecamatan Bacukiki ini merupakan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Sosial yang langsung dikirimkan secara online melalui aplikasi elektronik PKH (e-PKH).

“Jadi kami hanya bertugas untuk memvalidasi kembali data-data tersebut, adapun hasilnya nanti tetap akan ditentukan oleh pusat. Apalagi data ini diambil dari TNP2K yang sumber datanya dari BDT update 2015,” jelasnya.

Untuk itu, dikatakan Kartini hendaknya dalam proses validasi dan verifikasi data ini para masyarakat yang terdaftar sebagai calon penerima manfaat program PKH ini dapat menunjukkan semua komponen – komponen yang menjadi syarat kepesertaan PKH.

“Ada tiga komponen yang menjadi syarat utama program ini, keluarga harus ada balitanya, ada anak sekolahnya dan ada lansianya. Ini yang kita verifikasi dan data kuota 38 keluarga ini bisa saja berkurang kalau tidak memenuhi persyaratan,” ungkap Kartini.

Sementara itu, Kasi Ekonomi dan Kesra, Ita Purnamasari mengharapkan agar program – program bantuan Pemerintah Daerah dapat bersinergi dengan Program Keluarga Harapan ini dalam rangka mengentaskan kemiskinan khususnya di Kota Parepare.

“Program ini penting dan kita harus dukung terlebih untuk pengentasan kemisikinan. Apalagi masyarakat yang jadi peserta PKH ini adalah masyarakat kategori miskin paling bawah, sehingga seharusnya mereka inilah yang betul – betul butuh untuk diperhatikan, setidak–tidaknya hal ini dapat memutus rantai kemiskinan,” tandasnya. (nia)


div>