JUMAT , 22 JUNI 2018

Pemecatan Kader Golkar Gowa Dinilai Tak Mendasar

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 03 Maret 2018 12:30
Pemecatan Kader Golkar Gowa Dinilai Tak Mendasar

Partai Golkar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) rupanya tidak percaya diri (PeDe) untuk meyakinkan kader partai beringin dengan cara persuasif untuk tetap solid.

Bahkan, lima anggota DPD II Partai Golkar diusulkan dipecat ketika rapat pleno internal partai yang diikuti 38 pengurus pada tanggal 27 Februari 2018 lalu. Akan tetapi, landasan untuk pemecatan kader tersebut dinilai tak mendasar.

Terkait hal itu, salah satu kader Partai Golkar Gowa, Sugianto Pettanagara mengatakan bahwa usulan pemecatan yang dilakukan kepada sejumlah pengurus DPD II Golkar Gowa tidak berdasar dan tidak sesuai mekanisme.

Ia menilai, jika pihaknya melakukan pelanggaran seharusnya ada teguran sehingga sehingga kader yang bersangkutan mengetahui kesalahan. Akan tetapi, dirinya bersama sejumlah rekannya merasa tak bersalah sehingga mendapat perlakuan tak sedap dari partai.

“Sampai sekarang kami tidak pernah ditegur atau diminta keterangan tiba-tiba ada info usulan pemecatan, apalagi tuduhan tak mendasar,” kata Sugianto, Jumat (2/3) kemarin.

Ia mengaku kader partai yang loyal dan patuh mulai mendapat fitnah. Bahkan, kata dia, perlakuan tak sedap dari pengurus internal partai sendiri. “Ini semua hanya karena gosip murahan yang mengorbankan kader sendiri,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga membantah jika dirinya mendukung salah satu kandidat pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel dengan mengatasnamakan partai. Selama ini, kata dia, dirinya mendukung atas nama individu bukan membawa atribut partai seperti isu miring yang beredar.

“Terkait dukungan saya ke pasangan IYL-Cakka itu hak prerogatif pribadi saya. Dan saya tidak pernah mengatasnamakan partai, apalagi menggunakan atribut Partai Golkar dalam aktifitas dukungan kepada pasangan IYL-Cakka,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika perbedaan dukungan di Pilkada yang menjadi alasan, maka Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel yakni HM Roem juga mesti dipecat karena tidak mendukung keputusan partai pada Pilkada Sinjai.

“Ini bisa kasih sanding namaku dengan Pak Roem. Kalau saya dipecat maka Pak Roem juga harus dipecat, karena tidak mendukung calon usungan Golkar di Pilkada Sinjai,” pungkasnya.

Oleh karena itu, kata dia, dirinya bersama pengurus Golkar Gowa lain akan melakukan perlawanan terhadap keputusan partai untuk melakukan pemecatan. Menurutnya, perlakuan partai tidak adil karena hanya menyasar orang tertentu.

“Kami siap melawan keputusan sepihak itu dan akan berkonsolidasi dengan teman di Golkar lain demi menyelamatkan partai dari pelanggaran dan ketidaktaatan pada asas organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, Golkar Gowa dan Golkar Sulsel sudah saatnya melakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Ia menilai, tindakan semena-mena internal pengurus Golkar tak boleh dibiarkan. Pasalnya, keputusan yang ditentukan sangat jauh dari kebijakan partai.

“Ini tidak bisa dibiarkan terus bicara taat asas baru mereka selalu melanggar asas. Golkar Gowa yang seharusnya Musda hanya berputar pada Plt berulang ulang, begitu juga di Golkar Sulsel sudah seharusnya Musda tetapi tiba-tiba ada pengurus definitif tanpa melalui Musda,” pungkasnya. (*)


div>