MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Pemenang Pilkada Tunggu Putusan MK

Reporter:

Iskanto - Armansyah - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 Juli 2018 12:30
Pemenang Pilkada Tunggu Putusan MK

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penetapan pasangan calon (Paslon) sebagai pemenang pada Pilkada serentak 2018 di Sulsel masih harus menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasalnya, sebelum ditetapkan sebagai pemenang dan berhak menyandang predikat kepala daerah, untuk kandidat yang kalah diberi waktu mengajukan gugatan ke MK selama tiga hari pasca pleno rekapitulasi yang dilakukan KPU.

Ketua KPU Palopo, Haedar Djiddar yang dikonfirmasi perihal jadwal penetapan calon kepala daerah mengatakan masih menunggu informasi dari MK apakah ada gugatan atau tidak. Setelah ada surat penyampaian dari MK baru KPU bisa melaju kelangkah selanjutnya.

“Penetapan calon belum kita tentutkan, karena masih menunggu registrasi dari Mahkamah Konstitusi,” kata dia.

Karena memang menurutnya, tiga hari setelah penetapan, apabila kandidat yang kalah tidak menerima hasil rekap pleno maka dapat mengajukan gugatan ke MK. “Kita menunggu registrasi, kalau tidak ada paslon yang menggugat kita tetapkan. Menunggu registrasi perkara dari Mahkamah Konstitusi,” terangnya.

Surat penyampaian sendiri, kata Haedar, akan diberikan oleh MK pada tanggal 23 Juli mendatang. Setelah itu baru KPU bisa mengambil langkah selanjutnya. “Kalau saya tidak salah itu 23 Juli, kami tetap menunggu saja dulu itu,” tandasnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Ketua KPU Bone, Izharul Haq. Ia mengatakan, saat ini pihaknya menunggu pengumuman dari MK apakah ada gugatan yang dilayangkan atas hasil pleno yang dilakukan. Jika tidak ada gugatan, maka KPU Bone akan segera melakukan penetapan paslon terpilih.

Sesuai jadwal, kata dia, surat penyampaian akan diberikan secara serentak oleh MK pada 23 Juli mendatang. Setelah itu baru KPU Bone akan menjadwalkan penetapan pemenang.

“Yang pastinya pencatatan dilakukan di Mahkamah Konstitusi itu tanggal 23 Juli. Sehingga mungkin tanggal 24 itu sudah ada dari Mahkamah Konstitusi dan kita bisa nyatakan calon itu menang pada tanggal 24 atau 25,” jelasnya.

Ketua KPU Wajo, Andi Nurwana mengatakan, pihaknya sudah membacakan hasil pleno rekapitulasi perhitungan suara di Pilkada Wajo. Hasilnya paslon Amran Mahmud-Amran SE keluar sebagai pemenang.

“Tapi untuk penetapan pemenang kita masih menunggu putusan MK, kan ada waktu tiga hari, kita tunggu dulu itu,” jelas Andi Nurwana.

Wana, sapaan akrabnya, mengaku belum bisa memastikan kapan jadwal penetapan pastinya. Pasalnya semua KPU di kabupaten/kota menunggu jadwal pasti dari KPU Sulsel. “Saya tidak bisa pastikan, kita tunggu saja KPU Sulsel,” terangnya.

Senada dengan itu, Komisioner KPU Sinjai, Ridwan Usman mengatakan, jika pihaknya juga menunggu putusan MK terkait gugatan paslon yang kalah. “Kalau sudah sampai tiga hari tidak ada paslon yang menggugat, maka besoknya kita umumkan penetapan pemenangnya,” kata Ridwan Usman.

Hal yang sama juga berlaku di Pilkada Sidrap. Meski pasangan Dollah Mando-Mahmud Yusuf unggul jauh atas pasangan Fatmawati Rusdi-Abdul Majid, namun KPU setempat tidak serta merta melakukan penetapan DOAmu sebagai pemenang dengan alasan menunggu putusan MK.

“Kami telah berkoordinasi dengan KPU provinsi dan KPU RI soal jadwal sambil menunggu informasi dari MK apakah ada gugatan atau tidak,” kata Komisioner KPU Sidrap Divisi Teknis, Alimuddin Baharuddin.

Ia menyebutkan jika putusan MK akan keluar akhir bulan Juli mendatang. “Mungkin 23 Juli register MK baru keluar. Jika tidak ada gugatan tiga hari setelah itu baru kita melakukn penetapan pemenang,” jelasnya.

Meski belum ada gugatan, namun pihaknya sudah siap untuk menghadapinya. “Untuk Sidrap belum ada gugatan. Kalaupun nanti ada kami sudah siap,” tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua KPU Luwu Abdul Thayyib. Ia mengaku masih menunggu putusan MK sebelum Paslon nomor urut satu Basmin Mattayang-Syukur Bijak (BM-SBj) ditetapkan sebagai pemenang.

“Belum ada penetapan karena menunggu apakah ada sengketa pilkada atu tidak ada. Kita tunggu register dari MK,” kata Abdul Thayyib.

Begitupula yang dikatakan oleh Ketua KPU Kabupaten Pinrang Mansyur Hendrik, jika saat ini belum memberikan jadwal penetapan Andi Irwan Hamid-Alimin sebagai Bupati Bumi Lasinrang.

“Menunggu surat dari MK yang menerangkan bahwa Pinrang tidak ada gugatan,” jelas Mansyur Hendrik.

Terpisah, Ketua KPU Sulsel, Misna M Attas memberikan kesempatkan kepada kandidat untuk melakukan gugatan jika hasil rekapitulasi tidak diterima.

“Kami sudah melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk Pilgub. Untuk paslon yang kalah diberi kesempatan untuk gugat ke MK,” ujar Misna.

Jika dalam waktu tiga hari, kata Misna, tidak ada yang melakukan gugatan ke MK, maka pihaknya akan melakukan rapat penetapan pemenang. (*)


div>