SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Pemerintah Bingung Cabut Subsidi Listrik 900 VA

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 18 April 2016 19:11
Pemerintah Bingung Cabut Subsidi Listrik 900 VA

ilustrasi (int)

RakyatSulsel.com — Pemerintah berencana mencabut subsidi listrik 18 juta pelanggan 900 VA yang dianggap mampu. Sesuai jadwal, pencabutan itu dilakukan Juni mendatang.

Namun, hingga kini Kementerian ESDM belum memberikan keputusan resmi, apakah pencabutan itu dilakukan menjelang Ramadan atau setelah Lebaran.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menyatakan, pihaknya siap memulai penataan subsidi sesuai perintah pemerintah. Namun, pihaknya belum menerima instruksi lebih lanjut. “Kami masih menunggu kapan pemerintah menetapkannya,” ujarnya kemarin.

Di BUMN setrum itu, proses pencocokan data TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) dan pelanggan PLN telah selesai.

Di antara 22 juta pelanggan 900 VA, baru 4,1 juta yang dinyatakan berhak menerima subsidi. Pelanggan tersebut harus mengikuti tarif pelanggan 1.300 VA.

PLN tidak berwenang untuk menetapkan pelaksanaan pencabutan subsidi. Pihak PLN mengetahui bahwa awal Juni sudah memasuki puasa Ramadan.

[NEXT-RASUL]

Momen itu identik dengan pengeluaran masyarakat yang meningkat karena bersiap untuk Idul Fitri setelahnya.

Mengenai tepat atau tidaknya Juni sebagai momen untuk mencabut subsidi, Benny enggan menjawab. Bisa jadi momen tersebut diundur seperti harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipastikan tetap hingga Lebaran usai. Dia menegaskan, keputusan ada di tangan pemerintah. “Sampai sekarang belum ada keputusan,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengakui, rencana pencabutan subsidi 900 VA belum ditetapkan. Terutama, setelah PLN menyetorkan hasil pencocokan data kepada Kementerian ESDM. Namun, dia menilai bahwa penataan subsidi bisa dilakukan kapan pun.

“Yang tidak berhak menerima subsidi itu orang mampu. Tidak perlu menunggu momen puasa,” terangnya.

Sementara itu, subsidi untuk masyarakat miskin tidak diubah sedikitpun. Pelanggan 900 VA yang bersubsidi masih menikmati tarif Rp 600 per kWh.

Berdasar laporan dari Kementerian ESDM, sebanyak 18 juta pelanggan tersebut memang berkategori mampu. Indikatornya, antara lain, memiliki banyak rumah, kendaraan bermotor berlebih, hingga memasang perlengkapan elektronik gaya hidup tinggi seperti air conditioner (AC).

[NEXT-RASUL]

“Sebenarnya bukan dicabut subsidinya, tapi ditata ulang supaya penerima tepat sasaran. Saat ini banyak yang tidak tepat,” jelasnya.

Menteri ESDM Sudirman Said belum bisa memberitahu kapan pelaksanaan pencabutan subsidi itu. Pihaknya masih menunggu persetujuan dari sidang kabinet setelah proses pencocokan data dilakukan.

“Belum tahun kapan. Segera dilaksanakan atau ditunda tergantung situasi (sidang cabinet, Red)?,” ucapnya.

Dirjen Ketenagalistrikan Jarman juga tidak mengetahui kapan 18 juta pelanggan tersebut menikmati tarif normal. Sambil menunggu keputusan, pelanggan yang tidak lagi bersubsidi bisa pindah ke golongan 1.300 VA.

PLN memastikan kenaikan daya tidak akan dibebani biaya. “Pindah atau tetap 900 VA itu pilihan. Tapi tidak disubsidi,” ujarnya. (dim/c5/oki)


Tag
div>