RABU , 22 AGUSTUS 2018

Pemilik Wong Solo Jadi Pemateri di Seminar Bisnis Syar’i

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 13 September 2015 14:18
Pemilik Wong Solo Jadi Pemateri di Seminar Bisnis Syar’i

Pemilik rumah makan Wong Solo, Drs. Masrur La Tanro, (berbaju hitam) menyampaikan materinya dalam seminar Bisnis Syar'i, Minggu (13/9). (Fahrullah/RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FOSSEI) Sulsel menggelar seminar Nasional bisnis Syar’i dengan menghadirkan Drs. Masrur La Tanro, pemilik rumah makan Wong Solo, sebagai pemateri. Kegiatan seminar tersebut dilaksanakan dalam rangka menghadapi MEA dihadiri sekitar 120 peserta yang berasal dari 13 Provensi Seluruh Indonesia, di Gedung Yayasan Darussalam Jl. Printis Kemerdekaan Sudiang, Minggu (13/9).

Dalam kesempatan tersebut, Masrur La Tanro berbagi ilmu tentang bagaimana menanamkan nilai-nilai syari di kalangan muda, saat menjadi pengusaha atau akademisi. “Semua negara mengagungkan kejujuran dalam berbisnis, karena itulah yang paling utama,” ujar Masrur La Tanro.

Pemilik Rumah Makan wong Solo dan Penukaran Uang PT Bali Maspincinra AMC ini lalu memberikan contoh. Dia mengatakan, suatu suku yang berada di India, bernama Jaim, memiliki 3,5 juta penduduk dari 1,1 Milyar total penduduk India. Suku itu mengusai 55 persen perekonomian di India, karena mereka menerapkan kejujuran.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin, Prof Abbo Asse mengungkapkan kebanggaannya karena kalangan muda masih prihatin dengan pertumbuhan ekonomi islam yang Syar’i. “Pada saat ini, masih banyak orang Islam yang belum paham terhadap perdagangan yang syar’i, sehingga banyak pedagang saat belanja ingin ditambahkan takaranya, namun pada saat menjual mereka mengurangi tangkarannya,” ujar Ambo Asse.

Dia menambahkan bahwa dengan hadirnya FoSSEI sebagai wadah intelektual muda, harus mengadakan kegiatan-kegiatan dakwah kepada masyarakat agar bisa memahamkan perdagangan dan bisnis yang baik.


Tag
  • FOSSEI
  •  
    div>