MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Pemilu 2019, Jaga Sulsel Tetap Zona Hijau

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Iskanto

Senin , 24 September 2018 08:00
Pemilu 2019, Jaga Sulsel Tetap Zona Hijau

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, Sulsel berhasil menyandang status zona hijau yang sebelumnya zona merah alias rawan.

Hasil Pilkada 2018 lalu menjadikan Sulsel aman tanpa ada konfilik hingga perhitungan suara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel meminta Status ini untuk dipertahankan pada pelaksanaan Pemilu 2019.
Ketua KPU Sulsel, Misna M Attas mengatakan, pihaknya ingin semua masyarakat ikut andil menjaga Sulsel tanpa ada gesekan pada Pimilu 2019 mendatang.

“Sebagaimana pengalaman pada Pilkada 2018 lalu, komunikasi dengan semua pihak sangat penting,” kata Misna saat menghadiri deklarasi Pilkada Damai di Anjungan Pantai Losari, Minggu (23/9).

Untuk menjaga Sulsel tetap zona hijau, Misna M Attas akan intens melakukan komunikasi dengan seluruh pihak terkait. Khususnya peserta pemilu.

“KPU harus komunikasi intensif dengan peserta pemilu, baik kepada partai, caleg, tim calon presiden. Dan itu menjadi modal kami sehingga Sulsel bisa tetap di zona hijau,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) yang turut menghadiri deklarasi Pilkada Damai itu menyebutkan, pada saat Pilkada 2018 lalu, masyarakat sudah cerdas sehingga tidak ada gesekan hingga pesta demokrasi selesai. “Saya menyampaikan bahwa jangan kita mencederai hasil yang diraih 2018,” katanya.

Menurutnya, tidak adanya gesekan pada 2018 lalu karena penyelenggara bekerja secara profesional, menjunjung tinggi netralitas. Termasuk pihak kepolisian.

“Penyelanggara dan keamanan bisa membangun sinergi dan masyarakat juga kita syukuri sudah cerdas, tidak muda terpengaruh isu hoax dan sebagainya,” ujarnya.

Mantan Bupati Bantaeng itu menyebutkan jika hasil Pilkada 2018 sebagai modal bagi penyeleggara pemilu 2019. “Ini modal bagi kita di Sulsel dan kita tidak ingin menyandang zona merah,” sebutnya.

“Meski Pilpres dan Pileg bersamaan, tapi saya yakin pihak penyelanggara, keamanan dan seluruh masyarakat akan kompak dan kita terus memberikan pencerahan kepada masyakarat,” tuturnya.

Masyarakat juga, kata NA, harus mengedepakan persaudaraan ketimbang bedah pilihan. Apalagi Sulsel sangat menjunjung warisan budaya menghargai. “Bisa saling menghargai, menyayangi, saling menghormati. Jadikan Pileg dan Pilpres sebagai festival gagasan,” lanjutnya.

Dengan demikian, ia berharap kepada KPU bisa lebih massif sosialisasi Pilkada Damai agar tidak terjadi hal yang diinginkan.

“Pileg dan Pilpres ini adalah proses, tujuan kita untuk membangun ekonomi kita kuat. Sehingga kita bisa menyelesaikan soal kemiskinan, pengangguran kita, pertumbuhan ekonomi kita. Kita bangun dengan baik,” jelasnya. (*)


div>