RABU , 21 NOVEMBER 2018

Pemimpin Islam Perempuan Kumpul di IMMIM

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 15 Agustus 2017 20:42
Pemimpin Islam Perempuan Kumpul di IMMIM

Suasana saat pertemuan IMMIM dan Australia Awards Leadership Development For Islamic Women Leaders, di gedung Islamic Center IMMIM, Selasa (15/8). Foto: Irsal/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemimpin Perempuan Islam kumpul di IMMIM dalam rangka Silaturrahim Tokoh Islam Sulsel dengan Pemimpin Islam Perempuan dan Tim Deakin University-Australia (Prof.Shahram Akberzadeh dan Ms Annemarie Ferguson). Kegiatan ini dilakukan oleh IMMIM kerjasama dengan Australia Awards (15/8). Hadir Konjen Australia Mr.Richards Mattews, Ketua Umum DPP IMMIM Prof. Dr.HM.Ahmad M. Sewang, M.A, Ketua Umum YASDIC IMMIM Ir.HM.Ridwan Abdullah, M.Sc dan 80an tokoh muslim Sulsel. Acara dipandu Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A.

Ir.Nurfadjeri FL, M.Pd selaku penanggung jawab menyatakan kegiatan ini lahir dari saran pak Konjen Australia yang menanyakan apakah IMMIM siap berpartisipasi dalam kegiatan Australia Awards. Maka dijawab, tentu saja IMMIM bersedia. Apalagi IMMIM telah lama bekerjasama dengan pihak Australia dalam beragam kegiatan.

Dikatakan pula Silaturrahim Pemimpim Islam ini untuk menyambut ide-ide pak Konjen Australia tentang berbagai isu menyangkut pandangan tokoh Islam. Kita ingin berbagi dengan bapak-bapak Tokoh Islam tentang berbagai hal, khususnya kepemimpinan perempuan, jelasnya.

Ketua Umum DPP IMMIM Prof. Ahmad M. Sewang, M.A menyatakan gembira dengan kehadiran tokoh muslim di IMMIM. Dikatakan perempuan di Makassar sangat hebat, Raja Gowa pertama Tumanurung, adalah perempuan, dan ada 7 Rektor perempuan saat ini di Makassar, sebutnya.

Sementara Konjen Australia Richard Matthews menyatakan latar belakang short course tentang kepemimpinan perempuan karena disini banyak perempuan hebat. Mengapa mereka tidak dikirim ke Australia untuk bertemu dengan pemimpin perempuan di Australia dan sekembalinya akan memperjuangkan kepentingan perempuan, harapnya.
[15/8 18.36] Ishaq.Samad.: Prof.Hasyim Aidid (Pengurus MUI Sulsel) menyatakan sebenarnya pembagian tugas laki-laki dan perempuan, tergantung etnis. Jika dalam suku Bugis, laki-laki tidak boleh ke dapur, karena tugas itu sudah diberikan kepada perempuan. Namun di Malaysia, keluarga muslim, justru laki-laki dan perempuan bisa kerja di dapur. Demikian pula di Australia. Akibat dari budaya Bugis yang melarang laki-laki di dapur, maka ia kesulitan memasak saat harus tinggal jauh dari rumah, karena tidak terbiasa di dapur, jelasnya.

Dr. Muammar Bakry (Imam Besar Al-Markaz al-Islami/ WR4 UIM). Ia menjelaskan sebenarnya kepemimpinan wanita lebih unggul dari laki-laki sebab perempuan memiliki kualitas emosi dan rasa keibuan yang tinggi. Selain itu, perempuan juga menimbulkan kesejukan bagi orang yang dipimpinnya, karena ia mendahulukan rasa daripada akal. Dengan begitu kepemimpinan perempuan lebih berkualitas dari kepemimpinan laki-laki, jelasnya.

Pemimpin Perempuan Islam kumpul di IMMIM dalam rangka Silaturrahim Tokoh Islam Sulsel dengan Pemimpin Islam Perempuan dan Tim Deakin University-Australia (Prof.Shahram Akberzadeh dan Ms Annemarie Ferguson). Kegiatan ini dilakukan oleh IMMIM kerjasama dengan Australia Awards (15/8). Hadir Konjen Australia Mr.Richards Mattews, Ketua Umum DPP IMMIM Prof. Dr.HM.Ahmad M. Sewang, M.A, Ketua Umum YASDIC IMMIM Ir.HM.Ridwan Abdullah, M.Sc dan 80an tokoh muslim Sulsel. Acara dipandu Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A.

Ir.Nurfadjeri FL, M.Pd selaku penanggung jawab menyatakan kegiatan ini lahir dari saran pak Konjen Australia yang menanyakan apakah IMMIM siap berpartisipasi dalam kegiatan Australia Awards. Maka dijawab, tentu saja IMMIM bersedia. Apalagi IMMIM telah lama bekerjasama dengan pihak Australia dalam beragam kegiatan.

Dikatakan pula Silaturrahim Pemimpim Islam ini untuk menyambut ide-ide pak Konjen Australia tentang berbagai isu menyangkut pandangan tokoh Islam. Kita ingin berbagi dengan bapak-bapak Tokoh Islam tentang berbagai hal, khususnya kepemimpinan perempuan, jelasnya.

Ketua Umum DPP IMMIM Prof. Ahmad M. Sewang, M.A menyatakan gembira dengan kehadiran tokoh muslim di IMMIM. Dikatakan perempuan di Makassar sangat hebat, Raja Gowa pertama Tumanurung, adalah perempuan, dan ada 7 Rektor perempuan saat ini di Makassar, sebutnya.

Sementara Konjen Australia Richard Matthews menyatakan latar belakang short course tentang kepemimpinan perempuan karena disini banyak perempuan hebat. Mengapa mereka tidak dikirim ke Australia untuk bertemu dengan pemimpin perempuan di Australia dan sekembalinya akan memperjuangkan kepentingan perempuan, harapnya.
[15/8 18.36] Ishaq.Samad.: Prof.Hasyim Aidid (Pengurus MUI Sulsel) menyatakan sebenarnya pembagian tugas laki-laki dan perempuan, tergantung etnis. Jika dalam suku Bugis, laki-laki tidak boleh ke dapur, karena tugas itu sudah diberikan kepada perempuan. Namun di Malaysia, keluarga muslim, justru laki-laki dan perempuan bisa kerja di dapur. Demikian pula di Australia. Akibat dari budaya Bugis yang melarang laki-laki di dapur, maka ia kesulitan memasak saat harus tinggal jauh dari rumah, karena tidak terbiasa di dapur, jelasnya.

Dr. Muammar Bakry (Imam Besar Al-Markaz al-Islami/ WR4 UIM). Ia menjelaskan sebenarnya kepemimpinan wanita lebih unggul dari laki-laki sebab perempuan memiliki kualitas emosi dan rasa keibuan yang tinggi. Selain itu, perempuan juga menimbulkan kesejukan bagi orang yang dipimpinnya, karena ia mendahulukan rasa daripada akal. Dengan begitu kepemimpinan perempuan lebih berkualitas dari kepemimpinan laki-laki, jelasnya.


div>