SENIN , 11 DESEMBER 2017

Pemkab Gowa Genjot Pembangunan Infrastruktur

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

asharabdullah

Kamis , 16 November 2017 13:19
Pemkab Gowa Genjot Pembangunan Infrastruktur

PELEBARAN JALAN MALINO. Bupati Gowa Adnan Puchrita Ichsan Yasin Limpo saat menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, beberapa waktu lalu. Adnan meminta kepada Syahrul sebagai perpanjangan tangan kepada pemerintah pusat, untuk segera menyelesaikan pelebaran jalan poros Malino.

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus menggenjot pembangunan infrastruktur. Sekitar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dialokasikan untuk membangun jalan penghubung antar desa dan kelurahan. Selain itu, Pemkab Gowa juga memprioritaskan pembangunan jalan poros Malino.

Saat ini, progres pengerjaan pelebaran jalan poros Malino, kembali mendapat angin segar dari pemerintah pusat. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Amin Yakub, mengungkapkan, sesuai hasil rapat dengan Kementrian Pekerjaan Umum yang dilakukan di Jakarta Senin lalu, pelebaran jalan poros Malino dengan skala dua jalur itu mendapat kucuran anggaran sebesar Rp 50 miliar.

“Kita sudah dianggarkan Rp 50 miliar berdasarkan hasil rapat di Jakarta,” kata Amin Yakub, Rabu (15/11) kemarin.

Ia berharap, dengan anggaran tersebut mampu mengcover pengerjaan jalan sesuai permintaan Pemkab Gowa, hingga rampung pada tahun 2019 nanti.
“Mudah-mudahan kita dapat lagi tambahan sepuluh kilometer, karena ini pelebarannya dua jalur. Kita target sesuai permintaan bupati itu dan dua tahun pelebaran jalan dapat selesai,” harapnya.

Rencananya, hari ini, Kamis (16/11), Amin Yakub akan turun langsung ke lokasi mengecek progresnya. “Pemprov itu kerjasama dengan pusat untuk pelebaran dan besok (hari ini, red) kami turun,” ucapnya.

Penambahan dana pada proyek multiyears ini, berdasarkan hasil permintaan percepatan Pemkab Gowa, dalam hal ini Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, beberapa waktu lalu kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Dalam pertemuannya saat itu, Adnan meminta gubernur sebagai perpanjangan tangan ke pusat untuk mempercepat pengerjaan jalan menuju Kota Bunga tersebut.

Adnan menjelaskan, progres pelebaran jalan poros Malino – Sungguminasa saat ini sudah memasuki tahap perampungan untuk tahap satu. Dengan panjang 5,8 kilometer, lahannya sudah dibebaskan.

“Dari lima kilometer ini sesuai target untuk tahun ini. Kami optimistis menyelesaikannya hingga enam kilometer pada akhir Desember. Karena itu, kami meminta penambahan sepanjang sepuluh kilometer lagi,” terang Adnan.

Untuk persoalan pembebasan lahan, kata Adnan, tim Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Staf Wakil Presiden, sementara melakukan pengkajian. “Ini untuk menyelesaikan 116 hektare persiapan Kota Raya Malino dan pembentukan Kebun Raya Malino,” lanjut Adnan.

Sementara, saat ini proses pelebaran sudah 22 persen sesuai yang diungkapkan oleh Kepala Satker Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII Amin Hamid. Menurut Amin, pengerjaan dipersulit dengan adanya penambahan pelebaran tujuh meter. Sedangkan untuk lahan, hingga saat ini tak ada yang menjadi kendala.

“Ada tambahan tujuh meter untuk betonnya, dan dua meter untuk bahu jalan sebelah kiri dan kanan,” jelas Amin.

Pihaknya menargetkan, pelebaran jalan tahap pertama dapat dirampungkan pada Desember 2017 mendatang. Pengerjaan sempat terlambat karena proses tender yang terbilang lama. Untuk tahap pertama, pelebaran akan dimulai dengan jarak empat sampai lima kilometer.

Awalnya, Pemprov Sulsel berinisiatif pelebaran jalan dikerjakan dari Malino ke Sungguminasa. Pelebaran jalan akan dilakukan untuk ruas jalan sepanjang lima kilometer. Pengerjaannya juga harus berubah desain. Pelebaran jalan dilakukan dari Kota Malino ke Sungguminasa, namun kondisi geografis yang berkelok dan ketinggian sehingga desainnya harus berubah.

“Berubah desainnya. Dimulai dari yang paling gampang karena susah kondisi jalanannya disana,” pungkasnya. (*)


div>