Minggu, 26 Maret 2017

* Pemkab Lutim dan Kementrian Pertanian Teken MoU soal Varietas Unggul Merica

Husler Harap Murica Lutim Punya Brand Tersendiri di Dunia

Selasa , 14 Maret 2017 17:20
Penulis : Baim
Editor   : Dhedy

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur (Lutim) menanda tangani nota kesepakatan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pertanian soal varietas Unggul Lokal Merica di Lutim. Ini dilakukan agar produksi Lada Putih Lutim bisa memiliki Brand tersendiri di Dunia.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Bupati Lutim Muhammad Thorig Husler dan Dr. Wiratno mewakili kepala Balai Penelitian Tanaman dan obat-obatan kementerian Pertanian RI. Selasa, (14/3).

Husler mengatakan, menyambut baik perhatian Kementrian Pertanian RI, terhadap produksi Merica asal Luwu Timur. Ia menganggap perlu ada penelitian dan kajian mendetail terhadap Merica yang ada di Lutim.

Menurut Husler, karena lada dari Lutim saat ini sudah mewarnai bisnis merica di dunia. Olehnya itu, agar memiliki brand tersendiri, maka sudah waktunya merica Lutim di teliti siapa tahu ada varietas unggul lokal Lutim yang harus dikembangkan bahkan dipasarkan ke tingkat dunia.

“Selama inikan cuma merica dari bangka belitung yang dikenal baik di Indonesia maupun di tingkat dunia. Padahal, Merica Luwu Timur saat ini gencar melakukan pengiriman baik untuk kebutuhan dalam negeri sampai eksport keluar negeri,” ujarnya.

Dijelaskan Husler, hingga 2016, luas lahan murica di Lutim sudah mencapai 4900 hektar, dengan tingkat Produksi 1,4 ton perhektar.Jumlah petaninya juga sebanyak 5.724 Kepala Keluarga. Lahan Merica ini terkonsentrasi di kecamatan Towuti. Sedangkan jumlah uang yang beredar dari transaksi Merica ini setiap tahunnya mencapai 441 miliar pertahun.

“Jadi pak terus terang di Lutim tidak ada petani merica yang hidup dibawah garis kemiskinan, semuanya sejahtera rata-rata satu rumah punya dua mobil,” ungkap Husler

Terkait hal ini Prof Dr. Djarmia Limbonga Ms, dari Pertanian Provinsi Sulsel mengatakan, mencermati data yang ada, Lutim memang cocok menjadi daerah perkebunan Merica. Hanya saja untuk mendapatan Varietas unggulan Lutim, perlu ada pendaftaran dan penelitian secara seksama.

“Kita berharap ada varietas baru di lutim ini, sehingga bisa dikembangankan menjadi bibit unggul dan bisa di jual keluar,” ungkap Djarmia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*