RABU , 12 DESEMBER 2018

Pemkot Akhirnya Melunak

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

doelbeckz

Senin , 17 April 2017 10:16
Pemkot Akhirnya Melunak

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. foto: rakyat sulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota Makassar nampaknya melunak terkait polemik pembangunan 37 bangunan Rumah Toko (Ruko) di areal Stadion Barombong Makassar. Ruko yang dibangun pengembang PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) dikatakan tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, yang dimintai komentar terkait hal tersebut, mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendesak pihak pengembang untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut. Jika PT GMTD tidak memenuhi dan mengikuti keinginan Pemkot, maka dirinya menegaskan akan membongkar ruko tersebut.

“Sementara kita intenskan penyelesaiannya. Kalau mereka tidak ikuti dan memenuhi prosedur yang ada maka saya akan bongkar,” tegasnya diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (17/4).

Namun, menurut Danny, sebelum melakukan pembongkaran, ada mekanisme yang harus dilewati. Jika mekanisme tersebut ternyata belum juga terpenuhi hingga batas deadline yang diberikan barulah tindakan pembongkaran dilakukan. Ia mencontohkan pembangunan Hotel Myko yang menurutnya suatu contoh ketegasan yang ditunjukkan pemkot terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan aturan.

“Jadi ada mekanisme dan arahan yang akan ditempuh. Insentif dan disinsentif namanya. Kalau itu tidak mereka penuhi saya pastikan dibongkar berapapun tingginya. Liat Hotel Myko, tidak ada izin Amdalnya, mereka juga tidak memenuhi mekanisme yang ada, kita bongkar,” tegasnya.

Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi yang diatur dalam Peraturan Pemerintah. Sementara disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatasi, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah.

Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang wilayah dilakukan kepada pemerintah antara lain, dalam bentuk pemberian kompensasi, urun saham, pembangunan serta pengadaan infrastruktur.

[NEXT-RASUL]

Sebelumnya, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Ahmad Kafrawi mengaku, hingga saat ini belum bisa melakukan pembongkaran terhadap 37 bangunan ruko yang dibangun di sekitar Stadion Barombong. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait eksekusi pembongkaran dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMTSP).

“Sampai sekarang kami belum dapat surat laporan pembongkaran dari PMTSP. Soalnya laporan tersebut menjadi dasar kami untuk turun melakukan eksekusi pembongkaran di sana,” terang Kafrawi. (***)


div>