SENIN , 22 OKTOBER 2018

Pemkot Bakal Galakkan Pertanian Kota

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 26 April 2018 11:45
Pemkot Bakal Galakkan Pertanian Kota

kantor balaikota (ist)

* Tindak Lanjut Program Pertanian Lorong

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bakal menggalakkan pertanian kota di Makassar, pasalnya lahan pertanian dari tahun ke tahun semakin menurun akibat banyaknya lahan pertanian yang diahlifungsikan sebagai bangunan baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI menilai bahwa masyarakat Kota Makassar saat ini sudah mulai berubah. Salah satunya gaya hidup kembali ke alam (back to nature) sehingga pemkot berupaya menyiapkan segala pendukung untuk masyarakat.

“Pemkot belum maksimal siapkan insfratrukturnya, kemarin kita baru galakkan pertanian lorong tapi hari ini belum menemukan cara yang cocok, maka kita cari alternatif terutama menyalurkan energinya pertanian kota, cabai kita lakukan,” ucap Syamsu Rizal.

Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal mengatakan, pertanian kota akan didukung dengan dibentuknya UPTD Pengembangan Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Lorong.

“Organisasi ini ada, supra kita bentuk mulai teknologi, kultur jaringan, pembibitan dan pemberian SDM sehingga bibitnya ini tidak mematikan keinginan masyarakat bercocok tanam di kota,” ucap Deng Ical.

Ia menambahkan, upaya lain pemkot dalam mendukung pertanian kota yakni mempersiapkan laboratorium pertanian.

“Ini tahun kita masih belajar, karena ini tahun tidak ada kelautan jadi kita konsentrasi urus perikanan dan pertanian, tahun ini tahun adaptasi dan tahun depan baru dikebut,” ucap Deng Ical.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian, Abd Rahman Bando mengatakan, pihaknya mengumpulkan seluruh kelompok tani untuk menyamakan persepsi tentang keberadaan pertanian kota.

“Pertanian perkotaan harus terus dikembangkan di Makassar dan paling penting adalah pertanian ramah lingkungan dan itu kita ajarkan kelompak tani dengan cara ramah lingkungan, salah satunya pestisida nabati,” ucap Abd Rahman Bando.

Ia mengatakan, penggunaan peptisida nabati di pertanian sangat baik karena sudah kerjasama dengan ahli hama dan pengamat hama. Hasilnya racikan peptisida hama bisa mengendalikan hama dan penyakit tanpa merusak lingkungan dan kesehatan dan tidak berdampak negatif dimasa depan.

“Perlu dipahami, kita di kota lahan pertanian sangat dekat dengan pemukiman beda dengan pertanian di desa, sehingga mungkin pestisida bisa terbawa angin tapi di kota setelah disemprotkan dalam hitungan detik bisa terkena ke pemukiman dan itu berbahaya,” jelas Abd Rahman Bando. (*)


div>