SENIN , 10 DESEMBER 2018

Pemkot Bakal Tanam 50.000 Bibit Mangrove

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 28 April 2018 10:10
Pemkot Bakal Tanam 50.000 Bibit Mangrove

kantor balaikota (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (DP2) Kota Makassar akan melakukan penanaman pohon mangrove sebanyak 50.000 Bibit di daerah pesisir yakni di Kelurahan Untia dan Bira, Kota Makassar.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Makassar, Abd Rahman Bando mengungkapkan bahwa rencana penanaman bibit pohon mongrove tersebut akan dilaksanakan pada pekan pertama Mei yakni, Jumat (4/5) mendatang.

“Jumlah bibit pohon mangrove yang kami siapkan sebanyak 50.000 bibit, dengan luas lahan yang akan ditanami yakni 5 hektare dan lahan tersebut merupakan milik Pemerintah Kota Makassar yang ada di Kelurahan Untia dan Bira,” ucap Rahman Bando, Jumat (27/4) kemarin.

Lebih lanjut Rahman Bando mengatakan bahwa bibit pohon mangrove yang akan ditanam itu dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. “Bibitnya itu dari DLH, cuma kami hanya memfasilitasi, terutama dari segi teknis penanaman pohon mangrove nanti di dua kelurahan tersebut,” kata Rahman Bando.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengatakan, penanaman pohon mangrove yang akan dilakukan merupakan salah satu rangkaian empat tahun Pemerintahan DIA.

“Penanaman bibit mangrove nanti banyak hal yang strategis didalamnya tapi yang paling inti adalah bagaimana kita memaknai empat tahun Pemerintahan DIA,” tandas Syamsu Rizal.

Lebih lanjut Deng Ical, sapaan Plt Wali Kota mengatakan, selain rangkaian tersebut, penanaman ini juga untuk meningkatkan RTH Kota Makassar sehingga dapat mencapai 30 persen sesuai dengan persyaratan pemerintah pusat.

“Kedua itu supaya ruang terbuka hijau kita itu bisa meningkat dan bertambah sehingga bisa penuhi RTH kita yakni 30 persen ini,” tutur Deng Ical.

Deng Ical menambahkan, penanaman ini sekaligus juga memperingati hari bumi, may day dengan melibatkan berbagai stakeholder dan instansi terkait.

“Supaya ini menjadi isu nasional agar semakin banyak orang terlibat menjaga lingkungan untuk memperingati hari bumi 21 April kemarin,” kata Deng Ical. (*)


div>