SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Pemkot Bidik KLA Tingkat Utama

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 22 Maret 2018 14:00
Pemkot Bidik KLA Tingkat Utama

Kepala Dinas P3A, Andi Tenri A Palallo

* Capaian Akte Kelahiran Diklaim 50 Persen Lebih

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menarget Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Utama 2018 dan Ekapraya (EPA) 2019. Target ini dikejar setelah tahun 2017 lalu Makassar hanya mendapat Kota Layak Anak (KLA) tingkat Madya.

Untuk itu Dinas P3A memfokuskan pada pelayanan pemberian akte kelahiran bagi anak yang baru lahir karena ini menjadi salah satu syarat penting dalam KLA tingkat Utama dan Ekapraya.

Kepala Dinas P3A, Andi Tenri A Palallo mengatakan, konsentrasi untuk memenuhi indikator yang harus dipenuhi adalah capaian akte kelahiran harus di atas 50 persen. Namun, ia mengaku sudah diatas 50 persen karena adanya inovasi dari instansi bahwa anak yang baru lahir langsung mendapat akte kelahiran.

“Kalau KLA kategori utama yakni capaian akte kelahiran harus di atas 50 persen, dan itu sudah di atas 50 persen karena sudah ada inovasi dari dinas terkait,” ucap A Tenri A Palallo, Rabu (21/3) kemarin.

Konsentrasi terbesar, sambung Tenri, yakni ada di Dinas Kesehatan, danSosial kemudian angka tertinggi juga ada di DP3A. “Saya yakin kalau di DP3 akan terisi semua dan itu kita akan input semua karena perlindungan perempuan ada di tangan saya, di tangani DP3A,” pungkasnya.

Selain itu, kata Tenri, mempertahankan Kota Layak Anak (KLA) memang berat namun hal tersebut bukan menjadi penghalang untuk mendapat KLA tingkat utama karena indikatornys sudah sesuai dan mendukung dengan visi dan misi Pemerintah Kota Makassar.

Ia menambahkan, pihaknya juga menjalin kerjasama di luar internal DP3A. Saat ini DP3A terus menjalin kerjasama dengan NGO (Non Government Organisasi) atau organisasi non pemerintahan.

“Kami terus menjalin kerjasama bagaimana dengan keterlibatan NGO dan kami welcome, dan NGO semua datang memberikan masukan dan tim DP3A sendiri telah terbentuk tim internal itu terutama dukungan Bappeda dan tim eksternal adalah dukungan dari teman-teman Jaringan NGO,” Jelas Tenri.

Berdasarkan data dari 349 Kabupaten/Kota yang menginisiasi KLA, 126 Kabupaten/Kota berhasil menerima Kota Layak Anak pada tahun 2017 dengan beberapa kategori. Kota Makassar berhasil meraih peringkat KLA pada kategori Madya dari 28 Kabupaten/Kota se Indonesia. Dua kota diantaranya mendapat KLA pada kategori utama, yakni Kota Surabaya dan Surakarta.

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KLA Kota Makassar, Yudha Yunus, menuturkan keinginan Pemkot Makassar melalui DP3A untuk mendapatkan KLA tingkat Utama 2018 dan Ekapraya 2019 luar biasa.

“Karena dari 126 Kabupaten/Kota diantaranya berhasil menerima KLA pada tahun 2017, cuma 2 Kota yang mendapat KLA pada kategori utama yakni Surakarta dan Surabaya,” tandas Yudha Yunus.

Kata Yudha untuk mendapatkan KLA kategori utama ada 24 Indikator yang harus terpenuhi yakni harus memiliki Peraturan Daerah (Perda) KLA, Keterlibatan Masyarakat, Dunia Usaha dan Media Massa, Hak Sipil Kebebasan meliputi semua anak harus memiliki Akte kelahiran minimal 50 Persen, serta Informasi layak anak, Partisipasi Anak.

“Dari 24 Indikator ini harus terpenuhi semuanya, dan ada yang menarik di Kota Makassar dan memiliki point tinggi ketika misalnya dihadirkan lorong ramah anak, kan Makassar terkenal dengan lorongnya,” tandasnya. (*)


div>