RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Pemkot Buka 100 Kuota Magang ke Jepang

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 13 Maret 2018 10:30
Pemkot Buka 100 Kuota Magang ke Jepang

Ilustrasi Kantor Balaikota Makassar. foto: net

* Pemerintah Pusat Apresiasi Pencapaian Disnaker

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar kembali dipercaya membuka lowongan kerja ke Jepang dengan status Magang sejak blacklist 12 tahun lalu. Atas keberhasilan itu, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI memberikan apresiasi.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker RI, Bambang Satrio Lelono mengatakan Pemkot Makassar melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) patut diberi apresiasi karena untuk pertama kalinya sejak 12 tahun lalu memberangkatkan tenaga kerja magang ke Jepang.

“Selama ini kita tahu Makassar dan Sulsel diblacklist, sekarang setelah melakukan berbagai evaluasi baik Kementerian dan kesiapan Makassar, sudah tidak ada masalah lagi, dan ini berhasil sehingga dibuka lagi magang ke Jepang,” jelas Bambang Satrio Lelono, Senin (12/3) kemarin.

Ia menjelaskan, alasan blacklist yaitu banyaknya peserta magang yang berasal dari Sulsel, khususnya di Makassar melakukan tindakan negatif diantaranya lari sebelum masa magang berakhir dan ada juga berkelahi dengan karyawan Jepang.

“Program ini tergantung kesiapan Kabupaten Kota. Bahkan kalau provinsi memiliki program magang ke luar negeri juga bisa dan ini berlaku bagi semua provinsi,” jelas Bambang.

Terkait kouta, Bambang menyebutkan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi dan pemilik program magang ke luar negeri. Dirinya akan mencari tahu lebih dahulu kebutuhan Makassar dan Jepang. “Kalau persiapan saya kira pemkot dan Disnaker sudah siap,” ucap Bambang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengatakan bahwa Pemkot mengapresiasi Disnaker Makassar untuk melanjutkan kerjasama permagangan ke Jepang.

“Alhamdulillah ini diberi kesempatan dan dibawa langsung oleh Dirjen Kemenaker dan ini menjadi kesempatan sangat baik untuk masyarakat Kota Makassar menimbah ilmu, keterampilan dan etos kerja di Jepang,” kata Syamsu Rizal.

Ia mengatakan, program magang ini berbeda dengan status sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sehingga memiliki konsep yang berbeda. Porsi belajar jauh lebih besar dari pada proses magangnya.
Syarat untuk bisa magang ke Jepang jauh lebih sulit. Selain syarat harus memiliki sertifikat N4 (Sertifikat sejenis Toefl) juga harus menguasai keterampilan teknis.

“Dan itu urusan Pemkot yang melatih urusan skill, kita latih sikapnya karena mereka mewanti-wanti untuk tidak keluar dari program ini jika sudah berjalan makanya prosesnya ketat,” ujar Syamsu Rizal.

Diketahui, untuk Program Magang Ke Luar Negeri Disnaker akan membuka sedikitnya 100 Kouta Bidang Teknik Baik Otomotif, Mesin, Listrik, Kemudian Perawat dan Koki untuk diseleksi di Kemnaker, yang terpilih akan diberikan pelatihan Kursus Bahasa Jepang di BLKI tiap provinsi. (*)


div>