SENIN , 18 DESEMBER 2017

Pemkot Buka Program Beasiswa ke Luar Negeri

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 06 Oktober 2017 10:36
Pemkot Buka Program Beasiswa ke Luar Negeri

ilustrasi. (int)

MAKASSAR, RAKSUL – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuka program beasiswa ke luar negeri, dengan menggandeng Kementrian Sekretariat Negara. Beasiswa tersebut untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terkhusus di Pemkot Makassar.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Kusaiyyeng, mengatakan, Peraturan Menteri Sekretaris Negara RI Nomor 3 Tahun 2015, Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) memiliki tugas dan fungsi penyelenggaraan koordinasi perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan fasilitas kerjasama teknik, yang meliputi ilmu pengetahuan, kebudayaan dan ekonomi. Atas dasar itu, Pemkot Makassar membuka peluang program beasiswa luar negeri, dengan menggandeng Kementrian Sekretariat Negara.

“Beasiswa luar negeri ini menjadi kesempatan bagi warga Makassar yang ingin belajar ke luar negeri, baik itu ASN atau masyarakat umum,” ucap Kusaiyyeng, Kamis (5/10).

Ia mengungkapkan, program beasiswa dari Biro KTLN Kementerian Sekretaris Negara harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Pemberian beasiswa ini diberikan secara gratis, dalam rangka meningkatkan kualitas SDM.

“Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena ini demi peningkatan kapasitas terutama kepada semua SKPD Pemkot Makassar. Semoga kita bisa dapatkan beasiswa ini,” harapnya.

Bagi pendaftar atau calon penerima beasiswa, kata Kusaiyyeng, harus berupaya semaksimal mungkin. Pendaftar tidak serta merta diterima, kendati kouta yang disediakan tidak terbatas. Ada syarat yang harus dilalui.

“Salah satunya itu kemampuan Bahasa Inggris, dan bagi ASN jika selesai harus mengabdi kepada SKPD yang mengutusnya,” jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan Pemkot Makassar dalam upaya peningkatan SDM harus relevan dengan misi Kota Makassar yang menggalakkan smart city. Kendati demikian, pemkot tidak membatasi program studi yang diinginkan bagi pelamar.

Sementara, Kepala Biro KTLN, Rieka Kiswardani, mengatakan, pelaksanaan sosialisasi pemanfaatan program beasiswa kerjasama teknik untuk meningkatkan kapasitas manusia Indonesia, merupakan hal yang dianggap penting. Olehnya itu, pendidikan dan pelatihan menjadi perhatian pemerintah.

“Hal itu menjadi alasan anggaran meningkat untuk pendidikan dan pelatihan. Baik itu di Kemenristek atau di Kemendikbud,” ucap Rieka.

Pemerintah pusat melalui Kemensesneg, lanjut Rieka, sebagai pintu masuknya tawaran dari partner asing untuk beasiswa yang masuk ke Indonesia. Tawaran ini bisa didistribusikan dengan baik ke tiap pemerintah provinsi, bahkan sampai ke pemerintah kota atau daerah.

“Kita tidak ingin hanya di Jakarta saja yang mendengar informasi. Itulah alasan kenapa di Makassar juga dilakukan sosialisasi, supaya pemerintah yang ada di wilayah timur juga mendengar manfaat tawaran beasiswa ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, mitra pembangunan kerjasama teknik dan program yang disediakan oleh Kemensesneg berasal dari Australia, India, Jepang, Malaysia, Korea, Tiongkok, Selandia Baru, Singapura dan Thailand. (mg04/D)


div>