RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Pemkot dan Bulog Sosialisasi dan Salurkan Rastra

Reporter:

Editor:

Niar

Senin , 17 April 2017 18:27
Pemkot dan Bulog Sosialisasi dan Salurkan Rastra

Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe, saat menyerahkan biaya transportasi pengantaran rasta secara simbolis kepada perwakilan Kelurahan, di Tonrangeng River Side (TRS), Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Senin (17/04/2017).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Sub Divre) Parepare, menggelar sosialisasi dan penyaluran beras sejahtera (rastra) tahun 2017, di Tonrangeng River Side (TRS), Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Senin (17/04/2017).

Kepala Subdivre Bulog Parepare, Asmal, mengakui, penyaluran rastra tersebut tertunda yang seharusnya disalurkan sejak bulan Januari tahun ini. Alurnya, papar dia, terlebih dahulu dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat Repubik Indonesia (DPR RI) dan pemerintah pusat, lalu disetujui oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

“Selanjutnya, diteruskan ke Provinsi lalu ke Kabupaten/Kota. Dengan koordinasi yang cepat, akhirnya rastra sudah bisa tersalurkan dan dinikmati oleh masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) mengalami pengurangan secara nasional sebanyak 496. Sehingga, katanya, pada tahun ini Parepare mendapat kuota sebanyak 4.469 Kepala Keluarga (KK). Menurutnya, suatu kebanggaan bagi Bulog Parepare, di mana harga Rp1.600 perkilo dari Bulog, dibayarkan oleh Pemkot. Sementaranya, bebernya, daerah lain masih dibayar oleh masyarakat.

“Terima kasih kepada Wali Kota Parepare yang telah mengurangi beban kami di Bulog. Semoga bantuan tahun ini bisa bermanfaat, utamanya dalam menurunkan harga di pasar karena permintaan berkurang, yang disebabkan harga pada tingkat konsumen bisa ditekan,” jelasnya.

Sementara, Wali Kota Parepare, HM. Taufan Pawe, mengemukakan, sejak tanggal 1 Januari 2016 lalu telah beras miskin (raskin) yang telah berganti jadi rastra tersebut, digratiskan sebanyak 4.955 KK yang ada di Kota kelahiran BJ Habibie tersebut.

“Akhirnya saya termotivasi, di samping menggratiskan, juga rastra tersebut diantarkan langsung di depan pintu penerima manfaat. Jadi, jika ada pihak Kelurahan yang malas untuk mengantar rastra tersebut, maka masyarakat bisa sampaikan kepada saya. Juga, jika kualitas berasnya kurang bagus,” terangnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot tidak hanya berpikir untuk menggratiskan beras semata. Namun, lanjutnya, juga memikirkan peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat. Pasalnya, tambah dia, uang telah sampai terlebih dahulu sampai ke Bulog sebelum tersalurkan.

“Terima kasih atas kerjasama dari pihak Bulog. Semoga rastra tersebut betul-betul berkualitas dan layak dikonsumsi oleh masyarakat,” pungkasnya. (luk)


Tag
div>