SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Pemkot Dilema Tindaki Gudang Dalam Kota

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 15 Maret 2018 11:00
Pemkot Dilema Tindaki Gudang Dalam Kota

Aktivitas salah satu gudang dalam kota, khususnya di Pasar Toddopuli Makassar, belum lama ini. foto: dok rakyatsulsel,

* Bisa Pengaruhi Perekonomian Makassar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar, Andi Muh Yasir mengaku kesulitan menangani gudang dalam kota yang masih beraktivitas. Banyak pemilik gudang yang mengklaim tempat usahanya bukan kategori gudang.

“Harus juga dipikirkan pertumbuhan ekonomi, karena kita tindaki semua akan berdampak pada ekonomi Makassar, karena para pengusaha lari akibat regulasi yang ketat sementara mereka melakukan usaha tidak sesuai regulasi,” ujar Andi Muh Yasir, Rabu (14/3).

Ia juga mengaku, bahwa ketidakmampuan dalam menindak aktivitas gudang dalam kota lantaran tidak adanya sumber daya manusia. Sehingga penindakan yang akan dilakukan menunggu informasi baik dari pihak kecamatan maupun dari masyarakat.

“Tim saya selalu turun, tapi melalui informasi wartawan juga bisa memberitahukan kepada kami, karena tim saya terbatas yang hanya menyisirdi Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea,” cetus Andi Muh Yasir.

Menurut Muh Yasir, pihaknya mencatat ada 29 gudang dalam kota yang masih beraktivitas seperti biasa. Selain itu dari Jumlah yang tercatat ada juga yang mengklaim bukan gudang.

“Tetap kita mencari gudang-gudang diluar 29 gudang yang telah dicatat, karenanya, ada gudang yang ingin kami tutup di Jl Yos Sudarso, tapi karena adanya musrenbang ini jadi kita tunda dulu,” kilahnya.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada pemilik gudang dalam kota yang berinisiatif menutup usahanya karena menyadari gudang tersebut menyalahi regulasi. “Harapan saya, semua pemilik gudang berinisiatif menutup tanpa adanya tindakan dari Disperindag,” ucap Muh Yasir. (*)


div>