SELASA , 18 DESEMBER 2018

Pemkot Gandeng Tim Arkeolog Kaji Potensi 21 Cagar Budaya di Parepare

Reporter:

Niar

Editor:

Rabu , 19 September 2018 08:22
Pemkot Gandeng Tim Arkeolog Kaji Potensi 21 Cagar Budaya di Parepare

int

PAREPARE, RAKSUL- Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng Tim Arkeolog dari Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mengkaji potensi cagar budaya yang belum teregistrasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Parepare, Mustadirham, Rabu, (19/9/2018).

Mustadirham menyebutkan, terdapat 21 cagar budaya Parepare yang akan diteliti kelayakannya.

“Kami sudah serahkan data-data itu ke Tim Arkeolog. Dari informasi terakhir sudah ada sembilan cagar budaya yang akan dikaji ulang dan segera ditetapkan oleh Pemkot. Salah satunya, tempat lahir presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Selain kesembilan cagar budaya tersebut, kami juga berupaya untuk memaksimalkan agar cagar budaya yang lain bisa dikaji ulang,” jelas Mustadirham.

Setelah ditetapkan Pemkot Parepare, lanjut dia, selanjutnya akan dilakukan registrasi ke Kemendikbud.

“Registrasi Kemendikbud itu bisa menjadi dasar agar cagar budaya ini lebih diperhatikan dan kemungkinan besar mendapat bantuan untuk pelestarian. Kami sangat termotivasi untuk bekerja ekstra mewujudkan hal ini. Kami harap setelah cagar budaya ditetapkan oleh Pemkot, semua pihak bisa berkontribusi dalam menjaga, memelihara dan melestarikan cagar budaya tersebut,” lanjutnya.

Mustadirham menguraikan, 21 cagar budaya yang dimaksud, yaitu Gedung Hotel Siswa, Gedung Lapas Lama, Sao Raja Mattanru, Kompleks Kuburan Datu Lacincing, Gedung Dinas Pendidikan Kota Parepare (Eks. Sekokah China Era Penjajahan), Kompleks Pekuburan Tua Jara’e, Monumen Korban 40 ribu jiwa, Museum Labangenge’, Gudang Peluru (Geddongnge), Mesjid Tua di Bacukiki, Batu Kiki di Bacukiki, Meriam di Bulu Roangge (Bacukiki) dan Salo Karajae.

“Memang beberapa di antaranya merupakan tempat umum tapi itu tidak masalah. Karena cagar budaya itu adalah bangunan yang mempunyai nilai sejarah dan kearifan lokal, yang dimiliki oleh Pemerintah, kelompok atau organisasi, dan perseorangan,” tukasnya. (MP1)


div>