SELASA , 16 OKTOBER 2018

Pemkot Ingin Kawasan Mangrove Jadi Objek Wisata Pendidikan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 03 Mei 2018 13:45
Pemkot Ingin Kawasan Mangrove Jadi Objek Wisata Pendidikan

kantor balaikota (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berupaya untuk meningkatkan jumlah lahan kawasan hutan mangrove. Salah satunya dengan rencana menanaman bibit pohon mangrove diatas lahan seluas 5 hektare.

Kedepan, Kawasan seluas 5 Hektare tersebut akan disulap menjadi kawasan pendidikan yang tidak hanya untuk wisata lingkungan atau Ekonomi.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Makassar, Syamsu Rizal MI mengatakan bahwa penanaman bibit mangrove ini sebagai upaya untuk menjaga ekosistem, sekaligus untuk menambah wisata pendidikan.

“Ini adalah usaha ekosistem, untuk menanam mangrove sekaligus untuk destinasi wisata pendidikan anak,” ucap Syamsu Rizal MI, Rabu (2/5)

Deng Ical, sapaan akrabnya berharap agar organisasi yang hendak melakukan aktivitas sosial, seperti penanaman pohon mangrove bisa dilakukan di dua tempat tersebut. Pasalnya, pemerintah telah menyiapkan bibit di kawasan tersebut untuk di tanam.

“Kita mau buka semua kegiatan sosial, kita sediakan bibitnya. Harganya mulai Rp2500 sampai Rp15.000 bergantung bibitnya, yang jelas layak tanam itu tingginya 1,5 meter,” tuturnya.

Rencananya, kegiatan sosial ini akan berlangsung pada 4 Mei mendatang. Kegiatan ini sebagai rangkaian peringatan hari bumi nasional, may day serta empat tahun kepemimpinan DIA.

“Ada banyak hal strategis dalam penanaman bibit ini, tapi yang paling penting adalah peringatan kepemimpinan DIA yang ke empat tahun,” ujar Deng Ical

Salah satunya juga bertujuan untuk menarik partisipasi masyarakat dalam meningkatkan ruang terbuka hijau. Untuk itu, pihaknya melibatkan TNI, Polri, tenaga kontrak, guru honorer, LSM, dan konfederasi serikat buruh.

“Semakin banyak kita libatkan, semakin banyak partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan,” ujar Deng Ical

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2), Abd Rahman Bando mengatakan 50.000 bibit rencananya akan ditanam di dua lokasi, yaitu Kelurahan Untia dan Bira. Tujuannya, untuk mengembangkan kawasan hutan mangrove yang saat ini tengah dalam ancaman, baik ancaman ekologi, lingkungan dan oknum tertentu.

“Kita akan tanam 50.000 bibit pohon mangrove, tujuannya kita karena di pesisir utara dalam posisi ancaman ekologi, lingkungan dan oknum tertentu. Bahkan sudah ada yang mengklaim dengan mengkapling kawasan itu. Jadi sebelum penanaman bibit, kita minta untuk jajaran TNI/Polri untuk melakukan peninjauan kembali di lapangan,” jelas Rahman Bando.

Ia merinci, 50.000 bibit pohon mangrove ini akan ditanam di enam titik. Titik pertama akan ditanami oleh organisasi eksternal, baik TNI maupun Polri. Sementara titik berikutnya, yaitu titik kedua dan ketiga akan ditanami oleh seluruh SKPD dilingkup pemerintah kota.

“Satu orang akan menanam 30 bibit pohon mangrove, ini di tanam bergerak ke arah laut, dengan jarak masing-masing 1 meter, kecuali yang ada batu cadas atau spot yang tidak bisa tanami itu bergeser sedikit,” lanjutnya. (*)


div>