MINGGU , 18 FEBRUARI 2018

Pemkot Kebut Proyek IPAL Losari

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 07 Februari 2018 10:00
Pemkot Kebut Proyek IPAL Losari

Wali kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto. Foto: ist

* Tender Ditarget Mulai Maret 2018

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Proyek Strategis Nasional yang bakal dibangun di Makassar, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari, Jl Metro Tanjung Bunga terus digenjot oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berkerjasama dengan Dirjen Cipta Karya.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan bahwa pihaknya melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Cipta Karya dalam rangka menindak lanjuti program strategi nasional tersebut.

“Ini koordinasi dengan pusat terkait IPAL Losari. Rapat ini membahas mengenai permasalahan tanah, ada sebagian sudah dibebaskan, sebagian lagi masih dipersoalkan,” ucap Danny, Selasa (6/2) kemarin.

Ia mengatakan bahwa program IPAL Losari sudah berjalan, sisa menunggu proses tender pelaksanaannya. Kedepan kata Danny bahwa ada beberapa kawasan Kota Makassar tidak membutuhkan lagi Septic Tank (Tangki Septik).

“Jadi nanti, beberapa kawasan kira-kira 35 persen kawasan di Kota Makassar tidak ada lagi pakai septic tank tapi pembuangan melalui satu pipa, jadi misal kalau perlu Air Minum melalui pipa ini, kalau mau septic tank sisa dicantol ke IPAL ini,” jelas Danny.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muh Anshar mengatakan bahwa pihaknya menargetkan tender Maret 2018. Hal itu lantaran pembebasan lahan untuk digunakan sudah mendapat lampu hijau dari Forkopimda.

Apalagi sebelumnya, Lahan yang akan digunakan untuk membangun IPAL Losari diklaim sebagai lahan milik pribadi di kelurahan Maccini Sombala. Sehingga pematangan lahan atau penimbunan yang menjadi tugas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar jadi tertunda.

“Kita sudah menempuh jalur hukum. Sekarang tinggal tunggu putusan MA (Mahkamah Agung). Karena di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, sudah dipertegas bahwa lahan tersebut milik Pemkot Makassar,” kata Ansar.

Ansar mengungkapkan, Pemkot Makassar melalui Dinas PU sebenarnya telah menganggarkan dana sebesar Rp7 miliar di APBD TA 2017. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membebaskan sejumlah lahan yang tersisa.

Namun terpaksa harus dibatalkan, karena hingga akhir tahun persoalan lahan ini belum rampung.

“Kalau hasil MA keluar di awal tahun ini. Maka kita akan langsung mengajukan penganggaran perubahan APBD 2018. Karena di APBD pokok sudah tidak dianggarkan lagi,” terangnya.

Fungsi dari IPAL Losari ini struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan aktivitas lain.

Manfaat IPAL ini bagi manusia serta makhluk lain yakni mengelola air limbah domestik atau industri agar air tersebut dapat digunakan kembali sesuai dengan kebutuhan, agar air limbah yang akan dialirkan ke kanal/sungai tidak tercemar.

Informasi yang dihimpun, dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, tugas Pemkot Makassar dalam pembangunan IPAL ini hanya menyiapkan lahan yang telah dimatangkan.

Luas lahan yang harus disiapkan yaitu 5,2 hektar. Hingga 2016 lalu, Dinas PU Kota Makassar, baru menyelesaikan pematangan lahan sekitar 2,3 hektar, dengan biaya Rp16,8 miliar. Sehingga masih tersisa 2,9 hektar dari total lahan yang akan dipersiapkan.

Sementara untuk pembangunan, akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, dengan anggaran sekitar Rp 1 triliun lebih. (*)


div>