SABTU , 23 JUNI 2018

Pemkot Minta Mini Market Perketat Penjualan Kondom

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 10 Februari 2018 14:30
Pemkot Minta Mini Market Perketat Penjualan Kondom

Walikota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto (kanan) saat melakukan inspeksi mendadak di salah satu minimarket terkait penjualan alat kontrasepsi kondom diduga yang dijual bebas, beberapa waktu lalu. foto: Suryadi Maswatu/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sejak dini memperingatkan seluruh mini market yang menjual secara bebas Alat Kontrasepsi Kondom menjelang perayaan valentine yang dirayakan tiap tanggal 14 Februari.

Kepala Satpol PP, Imam Hud mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat untuk semua mini market yang menjual secara bebas kondom menjelang perayaan valentine.

“Jelang valentina, kita akan melakukan pengawasan dan himbauan di mini market untuk tidak menjual bebas alat kontrasepsi, kita akan tindak tegas jika tidak diindahkan,” kata Imam Hud, Jumat (9/2) kemarin.

Ia mengatakan tidak melarang menjual kondom namun tidak dengan menjual bebas artinya harus ada syarat tertentu seperti harus pasangan suami istri yang membeli alat kontrasepsi tersebut.

“Kita akan melakukan razia di wisma karena banyak remaja yang salah artikan Valentina tersebut, lagian Valentine bukan budaya kita, Makassar itu Kota religius,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada para orang tua sehingga perlindungan dari keluarga bisa meminimalisir terjadinya seks bebas dikalangan remaja yang semakin dikuatirkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Ismunandar mengingatkan kepada semua sekolah baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk tidak merayakan hari valentina tersebut.

“Tidak boleh seorang pelajar ikut kegiatan yang bukan konteks pendidikan, valentine bukan budaya kita dan saya ingatkan siswa yang ada di Makassar tidak boleh mengikuti acara valentine karena tidak berdasarkan budaya sulsel,” kata Ismunandar.

Ismunandar menambahkan, pihaknya tetap akan mengawasi siswa-siswa apalagi pendidikan karakter menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kurikulum sehingga akan berdampak negatif jika siswa mengikuti acara yang berasal dari Romawi tersebut.

“Kalau surat edaran, kita akan buatkan tapi yang penting himbauan, dan kita akan berikan pemahaman kepada orang tua untuk melarang anaknya mengikuti acara seperti ini,” pungkasnya. (*)


div>