MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Pemkot Parepare Serahkan 33 unit Perahu Bermesin ke Nelayan

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 28 Desember 2016 19:06
Pemkot Parepare Serahkan 33 unit Perahu Bermesin ke Nelayan

Walikota Parepare Taufan Pawe, saat menyerahkan bantuan perahu bermesin secara simbolis kepada nelayan, di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Rabu (28/12/2016)

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan (PKPK), menyerahkan bantuan perahu bermesin pada kelompok nelayan.

Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Rabu (28/12/2016). Puluhan kelompok nelayan mendapat bantuan ini yang tersebar pada tiga Kelurahan.

Kepala Seksi (Kasi) Budidaya dan Tangkap Dinas PKPK Parepare, Hafsa Bone, memaparkan, bantuan perahu bermesin ini, sebanyak 33 unit. Adapun sumber anggaran, kata dia, berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Kelautan dan Perikanan Tahun 2014.

“Saat itu mengalami kegagalan dalam pengadaan, karena material kayu perahu yang dipersyaratkan tidak terpenuhi dan tidak rampung dalam waktu enam bulan, sampai akhir Tahun Anggaran (TA) 2014,” katannya.

Berkat bimbingan dari Walikota, lanjut dia, hal ini dicarikan solusi, agara anggaran ini teralisasi pada nelayan. “Dari hasil konsultasi, maka dianggarkan TA 2016 berupa perahu fiber, di mana keseragaman ukuran untuk 33 unit perahu, dapat dipenuhi dan spesifikasi materialnya jelas,” jelasnya.

Dia memaparkan, proposal yang diajukan nelayan yakni permintaan perahu fiber dan mesin katinting 13. Selanjutnya, tambah dia, perahu fiber tersebut, berukuran panjang 7 meter, lebar 0,8 meter dan tinggi 0,6 meter.
[NEXT-RASUL]
“Disertai mesin Katinting 13 PK dengan nilai perolehan perahu bermesin per unit sebesar Rp21,8 juta, dengan total nilai kontrak sebesar Rp722 juta,” terangnya.

Bantuan ini, jelas dia, untuk pertama kalinya untuk satu set perahu beserta mesin, yang tersebar pada tiga Keluraha, yakni Kelurahan Sumpang Minangae sebanyak 11 unit untuk Kelompok Nelayan Pacekke. Untuk Kelurahan Bukit Indah sebanyak 10 unit pada Kelompok Nelayan Kakap merah. Untuk Kelurahan Lumpue sebanyak 12 unit pada Kelompok Nelayan Waetompoe.

“Ketiga kelompok nelayan tersebut, memiliki administrasi lengkap dan jelas. Di mana proposalnya dilengkapi dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Kartu Nelayan, Surat Pengukuhan Kelompok, dan mempunyai Surat Keterangan Terdaftar di Pemkot Parepare, bahkan terdaftar pada Notaris,” paparnya.

Nelayan di Parepare, ujar Hafsa, tidak sepenuhnya beraktivitas dengan melaut, apalagi jika cuaca buruk. “Mudah-mudahan ke depan, bantuan kepada nelayan bisa terus dilakukan dan merata,” tuturnya.

Sementara, Walikota Parepare, Taufan Pawe, mengatakan, pemerintah posisinya melayani, dan bukan untuk dilayani. Selain itu, kata dia, melayani rakyat, dan tidak boleh sombong, serta berpikir menyejahterakan rakyat.

“Kami ingin nelayan melaut dengan nyaman, aman dan tentram. Untuk itu, kami akan memberikan asuransi, supaya jika nelayan mencari nafkah, hati dan keluarga tenang,” katanya.

Taufan menjelaskan, pihaknya akan meminta untuk pemenambahan anggaran secara bertahap, supaya banyak nelayan yang bisa memperoleh bantuan ini. “Kami akan memperjuangkan agar bantuan ini merata,” pungkasnya. (Luki)


div>