SELASA , 17 JULI 2018

Pemkot Siapkan Lahan 4,8 Hektar Untuk Pembangunan Embung

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Selasa , 10 April 2018 19:36
Pemkot Siapkan Lahan 4,8 Hektar Untuk Pembangunan Embung

int

PAREPARE, RAKSUL.COM – Pemerintah Kota Parepare terus melakukan persiapan jelang pelaksanaan pembangunana embung atau waduk oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ). Salah satunya, penyediaan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan waduk yang akan menampung sumber air beku tersebut.

Kepala Seksi Penataan dan Pengadaan Lahan Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Dinas Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Parepare Ulfa Lanto mengatakan, dalam waktu dekan pihaknya akan segera melakukan penilaian terhadap lahan untuk pembangunan embung.

Dijelaskan Ulfa, pengukuran dan penghitungan nilai objek selain tanah telah dilakukan,selain pengukuran dan penghitungan akan dimasukkan dalam daftar nominatif. Menurutnya, warga setempat utamanya pemilik lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi pembangunan embung pun tak ada yang keberatan ketika dilakukan sosialisasi dan penyampaian terkait rencana pembangunan itu.

“Lokasi lahan di Lariang Nyareng, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki. Luas lahan yang disiapkan dan telah kita ukur 4,8 hektar. Penilaian nilai akan dilakukan oleh tim penilai independen yang segera kita lakukanbeersama,”ujarnya.

Terpisah,
Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Parepare Lutfie Natsir mengemukakan, terkait lahan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan oleh pihaknya telah dilakukan pemantauan bersama pemerintah kecamatan setempat. Lutfie mengatakan, hampir tak ada riak protes dari warga terkait upaya pembebasan lahan yang akan dilakukan pemerintah. “Tentu hal itu tak lepas dari tingginya kesadaran masyarakat utamanya pemilik lahan, terhadap manfaat dan pentingnya pengadaan embung di lokasi tersebut,” ujarnya.

Sekadar diketahui, embung atau cekungan penampung (retention basin) merupakan cekungan, yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan, serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait, misalnya sungai dan danau.

Sementara Camat Bacukiki HM Iskandar Nusu mengemukakan, pendekatan dan intensnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah kecamatan setempat, mampu membuka pola fikir masyarakat sehingga ikut mendukung rencana pembangunan embung.

“Kami hanya sebatas menfasilitasi saja dengan masyarakat pemilik lahan. Dan tidak ada masalah soal itu. Informasinya, embung yang akan dibangun nantinya bisa menampung cadangan air agar bisa mengurangi kesulitan air warga saat kemarau. Dengan daya serapan mencapai 50 liter perdetik.


div>