SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Pemkot Tambah 10 Armada Mobil Pasikolah

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 01 Februari 2018 14:15
Pemkot Tambah 10 Armada Mobil Pasikolah

MOBIL PASIKOLA. Siswa naik Mobil Antar Jemput Anak Sekolah (Pasikola), di SD Ikip, Jl AP Pettarani Makassar, Rabu (31/1). ZULKIFLI/RAKYATSULSEL

* Insentif Sopir Diusul di Anggaran Perubahan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar merealisasikan salah satu program untuk pelayanan masyarakat khusus anak sekolah, yakni Mobil Antar Jemput Anak Sekolah (Pasikolah). Meski telah beroperasi namun Peraturan Wali Kota (Perwali) program ini belum final.

Olehnya itu Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto melaksanakan Uji Publik tentang Mobil Pasikola ini, Rabu (31/1) kemarin. Menurut Danny, sapaan wali kota, pihaknya melaksanakan Uji Publik Mobil Pasikola ini untuk melihat kekurangan dan masukan dari semua intansi terkait. Pihaknya mengundang perwakilan baik dari orang tua siswa, kepala sekolah hingga organda dan dinas terkait.

“Pasikola ini merupakan armada pete-pete lama yang kemudian direkondisi untuk dimanfaatkan mengantar jemput anak-anak sekolah kita,” ungkap Danny, Rabu (31/1).

Lanjut Danny, keunggulan dari Mobil Pasikola ini yakni semua sopir melalui tahap seleksi dengan tujuan sopir ini merupakan pengganti orang tua siswa di mobil.

“Ada angganan sendiri dan memang sopirnya diseleksi karena sopir ini pengganti orang tua anak-anak kita di mobil,” kata Danny.

Ia menambahkan, jumlah Mobil Pasikola yang disediakan saat ini sebanyak 10 unit. Kedepan akan ditambah melalui anggaran perubahan sedikitnya 10 unit sehingga total ada 20 unit sesuai program pemkot dua kali tambah baik.

“Sekarang itu yang disediakan hanya 10 unit, nanti di perubahan anggaran akan ditambah lagi 10 unit. Jadi totalnya 20 unit untuk tahun ini,” ucap Danny.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Mario Said mengatakan bahwa Mobil Pasikola saat ini sudah berjalan untuk antar jemput di tujuh sekolah. “Jadi sistem penjemputannya itu dari rumah ke sekolah terus ke rumah kembali dan tidak melalui halte,” ucap Mario.

Mobil Pasikola ini melayani antar jemput secara gratis. Untuk itu, di tahun 2018 ini pemkot akan memasukkan pada Anggaran Perubahan untuk memberikan intensif kepada supir Mobil Pasikola tersebut.

“Sehingga dalam Perwali itu sumber anggarannya bisa bersumber lain, misalnya bantuan itu bisa, seperi CSR bisa masuk,” kata Mario.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Umar mengatakan uji perwali ini sebagai bentuk transparansi dan menerima semua masukan sehingga perwali ini tidak terkesan memaksa.

“Bagian Hukum itu hanya panitia, kita ingin transparansi dan memperlihatkan kepada masyarakat perwali yang akan di terapkan sehingga tidak ada lagi polemik di masyarakat,” ucap Umar. (*)

 


div>