SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Pemprov Ajak Investor Kembangkan Kawasan Industri Baru

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 15 Desember 2017 15:16
Pemprov Ajak Investor Kembangkan Kawasan Industri Baru

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PDM-PTSP) Provisni Sulsel, A.M Yamin (kanan). Foto: Ashar/RakyatSulsel

– Empat Lokasi Diusul ke Pusat

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel saat ini mulai mengkaji perkembangan kawasan industri baru.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel, AM Yamin, mengatakan, pengkajian itu dilakukan lanyaran kawasan industri yang ada di Sulsel dinilai sudah tidak memadai. Untuk itu, pihaknya saat ini tengah mengusulkan empat kawasan industri ke Kementerian.

“Ada di Maros, Barru, Gowa, dan Takalar. Sudah diusulkan ke pusat. Sisa menunggu jawaban,” ungkap Yamin, Kamis (14/12) kemarin.

Yamin mengatakan, kawasan khusus ini nanti bisa dalam bentuk kawasan industri, Pusat Logistik Berikat (PLB) maupun dalam skema Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pemilihan usulan ini disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan kebutuhan industri.

“Memang harus diusulkan ke pusat. Penetapan kawasan khusus itu mesti ada persetujuan presiden,” paparnya.

Saat ini, Kawasan Industri Makassar (Kima) dinilai sudah mulai jenuh. Sulsel membutuhkan Kima-Kima baru. Bantaeng Industrial Park (BIP) sudah menuju ke sana. “Jadi yang pasti tahun ini, kita targetkan ada kawasan baru yang bisa beroperasi,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil, mengakui, Kima memang sudah cukup padat. Dari total 370 Hektare (Ha) lahan kini tersisa 20 Ha. Sementara, lahan di Makassar sudah sangat terbatas. “Pengelola Kima mesti sudah berpikir untuk membuka kawasan baru,” ucapnya.

Ahmadi menambahkan, sejauh ini sudah ada dua negara yang berminat menjajaki kemungkinan pengembangan kawasan industri baru. Pihak investor Australia tertarik menggarap kawasan industri Mamminasata. Sementara, Tiongkok melirik kawasan industri Takalar. “Tentu tetap harus persetujuan gubernur,” singkatnya.

Sebelumnya, Sekretaris Apindo Sulsel, Yusran IB Hernald, menyebut, iklim investasi akan makin baik bila kawasan khusus makin banyak. Misalnya, bila pusat logistik berikat dibangun akan mendukung kawasan industri yang ada. Pengusaha pun senang karena usaha terkonsentrasi di suatu tempat.

“Juga perizinan lebih mudah dan tenaga kerja yang diserap makin banyak. Tapi, untuk kawasan khusus ini harus ada kepastian ketersediaan lahan. Jangan nanti malah investor lagi yang direpotkan soal pembebasan lahan,” ujarnya. (*)


div>