SABTU , 16 DESEMBER 2017

Pemprov Bahas Kelanjutan Pembangunan SPAM Mamminasata

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

asharabdullah

Kamis , 02 November 2017 10:45
Pemprov Bahas Kelanjutan Pembangunan SPAM Mamminasata

Suasana saat pembahasan kelanjutan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan opsi transmisi air baku, di Hotel Melia Makassar, Rabu (1/11) kemarin.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Latif mengajak kabupaten/kota di wilayah Maminasata membahas kelanjutan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan opsi transmisi air baku, di Hotel Melia Makassar, Rabu (1/11) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut Pemprov Sulsel rencananya akan membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) dengan volume 1.000 liter/detik di kawasan Mamminasata.

Adapun estimasi alokasi air curah, Makassar sebanyak 600 liter/detik, Kabupaten Gowa 200 liter/detik, Kabupaten Maros 130 liter/detik dan Kabupaten Takalar 70 liter/detik.

Diketahui, saat ini waduk Bili-bili yang menjadi sumber air baku, memiliki kapasitas 3.300 liter/detik, telah dimanfaatkan oleh PDAM Makassar sebanyak 1.400 liter/detik dari kapasitas yang ada. Semantara Dirjen Sumber Daya Air telah membangun pipa transmisi air baku Somba Opu dengan kapasitas 1.100 liter/detik.

Namun disayangkan yang menjadi persoalan yakni Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) mulai marak dibangun. Untuk itu dalam rapat tersebut, mengerucut pada dua opsi, diantaranya memanfaatkan IPA Somba Opu atau membangun intake (saluran) baru dan jaringan transmisi air pipa baku di daerah Pattalasang Gowa.

“Kita pilih IPA Somba Opu, karena intakenya sudah siap dan tidak menganggu masyarakat, kita sepakat memilih alternatif pertama,” jelas Abdul Latif.

Jika memilih alternatif IPA Pattalasang maka akan muncul persoalan saluran yang ada harus ditapping (pemindahan jaringan) dan akan mengganggu saluran distribusi air ke masyarakat selama tiga bulan, terutama wilayah Makassar dan Gowa.


div>