RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Pemprov Bantah KPK Geledah Kantor Gubernur Sulsel

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 29 Maret 2017 19:53
Pemprov Bantah KPK Geledah Kantor Gubernur Sulsel

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tersebarnya kabar bahwa Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan kantor Gubernur Sulsel pada Senin (27/3) lalu, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel angkat bicara.

Diketahui, kabar tersebut bahwa tim KPK menggodok-godok tiga ruangan di kantor Gubernur yakni ruangan Sekertaris Daerah (Sekda), Biro Umum, dan Biro Aset.

Mengenai hal tersebut, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pernah tim KPK datang dalam rangka monev yang melaporkan bahwa akan melakukan klarifikasi dan itu normal saja.

“Itu normal saja, bahkan sudah datang sebanyak 4 kali,” ungkapnya, Rabu (29/3).

Hal senada yang diungkapkan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Abdul Latief menyatakan, minggu lalu tim KPK datang ke kantor Gubernur Sulsel untuk melakukan laporan klarifikasi terkait adanya pelaporan warga terkait lahan di Center Point Of Indonesia (CPI).

Dia menambahkan, setelah melakukan itu pihak KPK menindaklanjuti hal tersebut di Inspektorat untuk melakukan klarifikasi terkait pelaporan warga itu.

“Memang di KPK yang yang membidangi soal pelaporan warga, sebulan yang lalu tim KPK itu kesini untuk melaporkan akan melakukan klarifikasi di Inspektorat dan dinas tata ruang dan permukiman (Distarkim) Sulsel dan bukan di kantor Gubernur ,” ucapnya.

Menurut Latief, itu adalah hal yang wajar karena terkait pelaporan itu, klarifikasi itu untuk memperjelas prosedur, pelaksanaan CPI itu

“Itu hal yang wajar kalau ada laporan yang masuk klarifikasi dan meminta semua data itu karena ada bidangi itu tentang laporan masyarakat. Sampai hari ini belum pernah dilakukan penggeladahan ruangan, baik itu sekprov, umum dan aset,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang menyatakan, belum bisa menanggapi terkait adanya pemeriksaan lahan CPI, karena belum ada laporan yang masuk ke pihaknya.

“Mereka (tim penyidik KPK, Red) belum memberikan laporan kesaya dan belum mengalaminya,” katanya.

 


div>