JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Pemprov Dukung Proyek Aqua Pound

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 28 Juli 2018 13:00
Pemprov Dukung Proyek Aqua Pound

Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya Dan Tata Ruang, Sulsel, Darmawan Bintang. Foto: (Fo)

– Antisipasi Banjir di Depan Kantor Gubernur

MAKASSAR RAKYATSULSEL.COM – Keberlanjutan janji perusahaan JICA asal Jepang untuk menghibahkan proyek berteknologi baru mengatasi banjir di Jl Urip Sumoharjo depan kantor Gubernur Sulsel akan mulai dilakukan April tahun depan. Kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam memfasilitasi proyek tersebut sementara dijalankan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR), Andi Darmawan Bintang, mengatakan, pihaknya tengah menggodok sejumlah izin yang dibutuhkan. Untuk itu, pihaknya tengah menyusun draf penggunaan lahan seluar 700 meter bujur sangkar.

“Sekira 700 meter bujur sangkar, sebagaimana dimensi yang dilakukan. Nanti aqua pound ini akan lebih dalam lagi, totalnya 4 meter lebih, untuk sentara kebutuhan lahannya 700 meter bujur sangkar,” kata Darmawan, Jumat (27/7) kemarin.

Mantan Penjabat (Pj) Bupati Takalar ini, mengatakan, selama kegiatan proyek berlangsung, pihaknya tidak akan menganggu tanaman pepohonan yang sudah ada di sekitar kantor gubernur.

“Itu tidak akan banyak berdampak pada tumbuhan, karena hanya dipangkas, pun kalau ada akan ditanam ulang. Makanya sekarang kita urus izin IMB, serta izin lainnya termasuk AMDAL,” ujarnya.

Menurut terencana, April tahun 2019 sudah dilaksanakan. Bahkan, itu bisa lebih cepat. “Malah bisa lebih Januari sudah terlaksana pengerjaannya,” jelas Darmawan.

Sementara, Ibrahim Jamaluddin, selaku Expert JICA yang juga pelaksana proyek mengatakan, ada perbedaan material, skill, dan karakteristik yang diterapkan untuk proyek ini.

“Aqua pound yang akan kita bangun berpenampilan bisa menampung 90 persen air dengan 25 ton beban air. Kali ini konstruksi insfratruktur nya sudah dilakukan dengan menerapkan teknologi Jepang dari PT Yamau yang dibiayai secara hibah JICA Japan. Sekira Rp20 miliar juga fasilitas. Nanti diserahkan ke pemprov sebagai aset,” ujarnya.

Dengan lebar 18 meter, panjang 70 meter serta tinggi empat meter, Ibrahim memastikan, solusi banjir yang terus-menerus terjadi di Jl Urip Sumoharjo ini akan teratasi.

“Ini lanjutan proyek dari visibilitas study yang digagas sejak 2016 lalu, terkait penanggulangan banjir yang sudah dibantu pemkot dan pemprov serta Balai Jalan dan Sungai,” ulasnya. (*)


div>