SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Pemprov Genjot Perampungan Program ISN

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 07 Maret 2018 10:00
Pemprov Genjot Perampungan Program ISN

Kepala Dinas Dukcapil Dalduk KB Sulsel, Sukarniaty Kondolele. Foto: Al/RakyatSulsel

* Ditarget Sebelum Masa Jabatan SYL Berakhir

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil-KB) Sulsel bakal meluncurkan program Identity Single Number (ISN). Program ini akan menyimpan data base identitas kependudukan warga Sulsel.

Program ini nantinya akan terkoneksi dengan pelayanan publik dan semua kebutuhan melalui identitas Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Indentitas kita hanya satu, berdasarkan NIK dan semua basic pelayanan berdasarkan NIK itu,” ujar Kepala Disdukcapil dan KB, Sukarniaty Kondolele, Selasa (6/3) kemarin.

Selain itu, lanjut Ani sapaan akrab Kurniaty Kondolele, nantinya ISN yang berbentuk aplikasi software ini akan menghubungkan semua pelayanan perseorangan.

“Tentu kebutuhan masyarakat akan informasi data diri itu tidak ribet lagi, bukan hanya pilkada, contohnya pelayanan publik, seperti pengurusan perbankan, kesehatan, pertanian, mengurus kendaraan dan lain-lain,” lanjut Ani.

Selain itu, kata Ani, untuk pengoperasiannya, dirinya berjanji akan merampungkan proyek tersebut sebelum masa jabatan Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulsel berakhir.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memberi deadline Disdukcapil KB Sulsel untuk merampungkan ruangan dan aplikasi tersebut sebelum masa jabatannya berakhir.

Orang nomor satu Sulsel itu bahkan sudah melakukan kunjungan ke Kantor Disdukcapil KB Sulsel. Dari hasil pantauan, ruangan berukuran sekitar 4×4 meter yang akan dijadikan galeri sementara dibangun.

“Tolong percepat penyelesaiannya yah. Sebelum masa jabatan saya berakhir, semua sudah harus rampung,” ungkapnya.

Syahrul menekankan, dia sangat ingin melihat ruangan data kependudukan tersebut sudah beroperasi di masa kepemimpinannya.

Dijelaskan, semua data terkait kependudukan, mulai pendidikan, alamat, umur, dan data base lainnya terangkum dalam galeri kependudukan tersebut. Jika ada instansi pemerintah yang membutuhkan data kependudukan, bisa berhubungan dengan Disdukcapil.

“Kalau ada yang mau survei, riset atau penelitian, bisa ke Disdukcapil. Datanya akurat disini. Contoh kalau saya mau lihat berapa yang bernama Rauf di Kecamatan Rappocini, bisa diperoleh dari sini,” kata Syahrul.

Sementara itu Kepala Bidang Fasilitasi Pendaftaran Penduduk dan Catatatan Sipil, Ardiles Saggaf menjelaskan semua sumber data yang terkait dengan kependudukan akan terangkum dalam Galeri Kependudukan.

Untuk menyimpan seluruh data penduduk, Disdukcapil secara khusus memesan software dari Amerika Serikat yang disebut GIS (Geography Information System).

“Itu nanti akan dihubungkan antara data kependudukan dengan software. Galeri itu hanya sebagai bahan informasi data kependudukan,” kata Saggaf.

Terkait kerahasiaan data, lanjut dia, pihaknya tidak akan asal memberikan data tersebut ke pihak manapun.

“Harus melalui perjanjian. Sebelum instansi atau unit pelayanan mendapatkan data, harus ada kerjasama dulu atau MoU, tidak bisa orang per orang. Harus lembaga pemerintah. Itupun harus ada izin dari gubernur,” pungkas Saggaf. (*)

 


div>