JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Pemprov Imbau Pemkab Pertimbangkan Tarif Wisman

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 14 Februari 2016 18:59

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Besaran tarif masuk bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang diberlakukan pemerintah daerah, tentunya dapat mempengaruhi tingkat kunjungan sebuah destinasi wisata. Sebut saja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros yang saat ini mengenakan tarif Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebesar Rp 225 ribu per wisman. Padahal, sebelumnya hanya Rp 50 ribu per wisman.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Sulawesi Selatan (Sulsel) Jufri Rahman mengaku, pihaknya telah mengimbau Pemkab Maros untuk mempertimbangkan besaran tarif wisman yang diberlakukan.

“Mereka (Pemkab Maros) beralasan bahwa itu diatur dalam Perda Maros. Saya juga sudah ingatkan akan dampak besaran retribusi tersebut terhadap kunjungan wisatawan,” ungkapnya, Minggu (14/2).

Lebih jauh, ia menjelaskan air terjun Bantimurung memang milik Pemkab Maros. Sedangkan, kawasan taman hutan raya Bulusaraung di bawah naungan Kemnterian Kehutanan. “Jadi, mereka yang berwenang menetapkan besaran tarif untuk masuk ke sana,” ujar Penjabat Bupati Tana Toraja ini.

“Inilah salah satu dampak negatif dari otonomi daerah karena Pemprov kadang tidak berdaya berhadapan dengan Pemkab,” tambah Jufri.


div>