RABU , 22 AGUSTUS 2018

Pemprov Jabar Turun Tangan Selesaikan Masalah Infrastruktur Cimahi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 07 April 2016 11:20
Pemprov Jabar Turun Tangan Selesaikan Masalah Infrastruktur Cimahi

int

BANDUNG,RAKYATSULSEL.COM —Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memulai sejumlah proyek infrastruktur di wilayah Kota Cimahi tahun ini. Mulai dari pembangunan double track jembatan Leuwigajah, under pass di Jalan Gatotsubroto, hingga penanganan banjir di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan.

Rencananya, seluruh pembangunan tersebut akan dibiayai oleh Pemprov Jabar. Sedangkan Kota Cimahi hanya akan membantu mengawasi pelaksanaan proyek, tanpa mengeluarkan anggaran.

Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, pembangunan beberapa proyek itu dilakukan untuk membantu menyelesaikan sejumlah masalah yang ada di Kota Cimahi. Seperti banjir di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan dan masalah kemacetan di sejumlah ruas jalan Kota Cimahi.

“Untuk penanganan banjir Melong akan dipercepat penanganannya dibantu BBWS,” kata Iwa usai bertemu Wali Kota Cimahi Atty Suharti, di Gedung Sate, Bandung, Rabu (6/4).

Saat ini, pihak-pihak terkait secara intensif membahas penanganan banjir di kawasan tersebut karena kondisinya yang memang sudah sangat mendesak. “Sudah ada DED (detail engineering design). Supaya efektif dan efisien, akan dibahas lebih lanjut,” katanya.

Untuk pembangunan double track jembatan Leuwigajah dan under pass di Jalan Gatotsubroto, menurutnya mengatasi kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut. Sehingga perlu ada pembangunan infrastruktur demi mengurangi kemacetan di dua lokasi itu.

“Double track untuk menangai kemacetan. Under pass tadinya untuk mendukung PON. Tapi waktu sudah tidak memungkinkan. Tapi akan tetap kita support untuk mengurai kemacetan,” katanya.

Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengatakan, banjir di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan sudah sering terjadi. Pihaknya mengaku tidak sanggup mengatasi banjir tersebut karena bersinggungan dengan wilayah lain.

“Dari kota tidak mampu menyelesaikan, karena jalur air berhubungan dengan Kabupaten Bandung. Sungainya terjadi penyempitan. Kalau dibuka malah banjir ke Kabupaten Bandung,” katanya.

Untuk pembangunan double track jembatan Leuwigajah dan under pass Gatotsubroto, Atty mengaku mengusulkannya demi mengatasi kemacetan yang tiap hari melanda dua kawasan tersebut. Kondisi jalan di Kota Cimahi belum memadai sehingga perlu dukungan dari Pemprov Jabar untuk menyelesaikan masalah kemacetan ini.

“Cimahi itu daerah perlintasan. Makin tinggi jumlah penduduk, lalu lintas makin padat. Cimahi infrastruktur jalannya belum memadai. Dari Pemprov terima kasih bisa fasilitasi,” ucapnya.

Kepala Dinas Bina Marga Jabar M. Guntoro mengatakan, sejumlah proyek yang akan dikerjakan Pemprov Jabar di Kota Cimahi seluruhnya dibiayai dari APBD Jabar. Untuk pembangunan double track jembatan Leuwigajah sepanjang 50 meter akan menyedot anggaran hingga Rp 20 miliar.

Sementara untuk pembangunan underpass Gatot Subroto sepanjang 450 meter akan menghabiskan anggaran hingga Rp 90 miliar. Namun, menurutnya, rencana pembangunan under pass masih tarik ulur. Kota Cimahi menginginkan pembangunan under pass, sementara pemprov ingin membangun fly over karena menyangkut anggaran. “Kalau under pass bisa dua kali lipat anggarannya,” kata dia.

Pada tahun ini, rencana proyek tersebut baru masuk pada tahap DED dan pembebasan lahan. Setiap proyeknya baru dianggarkan sebesar Rp 5 miliar. “Tahun ini tinggal lahannya saja. Anggaran semuanya dari kita. Harusnya kita fisik, mereka pembebasan lahannya,” pungkasnya. (jpnn)

 


Tag
div>