RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Pemprov Jamin Harga dan Supplai Sembako Terkendali

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 28 April 2017 10:51
Pemprov Jamin Harga dan Supplai Sembako Terkendali

ilustrasi

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Pemerintah Provinsi (Pempeov) Sulsel, Kementerian Perdagangan RI, Bank Indonesia duduk bersama membahas ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat memasuki Ramadan dan Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Pertemuan yang dikemas dalam Rapat Koordinasi Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok itu digelar di Hotel Novotel Makassar, Kamis (27/4).

Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latief menekankan peran penting pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat, dan kabupaten/kota untuk melakukan koordinasi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sekaitan dengan ketersediaan barang jelang Ramadan dan Idul Fitri. Seperti suplai dan harga yang melambung tinggi.

“Pemerintah harus melakukan kordinasi dengan pelaku usaha di daerah masing-masing. Memikirkan persoalan suplai barang, rencana kebutuhan, dan harganya. Juga perlu dilakukan sidak serta peninjauan ke pusat stok bahan pokok. Itu harus ada laporannya setiap hari” ujar Abdul Latief.

Dia memaparkan, beberapa hal yang mempengaruhi ketersediaan bahan pokok antara lain permintaan yang ekstrim, harga pasar, musim dan suplai. Untuk menjaga kelancaran pasokan kebutuhan pokok, selain distribusi juga dibutuhkan keterlibatan pengamanan yang dilakukan TNI – Polri. Tak lupa, ketersedian listrik dari PLN juga harus dijaga. “Saya sudah meminta PLN untuk menjaga ketersedian listrik selama Ramadan dan lebaran,” sebut Abdul Latief.

Secara umum, harga sejumlah kebutuhan pokok di Sulsel masih relatif stabil. Kendati sejumlah kebutuhan pokok seperti cabai, telur, dan bawang putih menjadi perhatian serius dalam rapat kordinasi tersebut. Stok minyak goreng untuk Sulsel masih terdapat 21.300 ton untuk memenuhi kebutuhan suplai 2,3 bulan ke depan. Telur cukup untuk 10 bulan dan mentega 2 bulan, premium 9 hari ke depan, untuk Solar 11 hari. “Berdasarkan pemantauan yang intens dilakukan, harga kebutuhan pokok di Sulsel stabil, tidak ada indikasi pembelian berlebihan. Inspeksi ke berbagai gudang sudah dilakukan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalama di hadapan 200 peserta dari berbagai kabupaten-kota se Sulsel.

Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan RI, Sutriono Edi mengatakan semua stakeholder terkait harus terlibat dalam mengamankan kebutuhan pokok rakyat jelang Ramadan.  Berdasarkan pantauan selama dua hari di sejumlah pasar tradisional dan retail, Sutriono mengatakan stok kebutuhan pokok di daerah ini aman. “Sulsel tetap menjaga kondisi itu bahkan jika surplus bisa menjadi salah satu daerah pemasok kebutuhan pokok untuk daerah lain,” tukasnya (ash/D)


Tag
div>