MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Pemprov Kekurangan Bus Antar Jemput Pegawai

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 30 April 2018 15:00
Pemprov Kekurangan Bus Antar Jemput Pegawai

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara usai mengikuti upacara (Dok.JawaPos.com)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Layanan antar jemput pegawai telah lama diterapkan di Pemprov Sulsel. Khususnya bagi mereka yang tinggal cukup jauh dari Kantor Gubernur Sulsel. Namun, layanan antar jemput pegawai ini masih belum maksimal lantaran kurangnya armada bus yang disediakan Biro Umum dan Perlengkapan.

Kepala Biro Umum Setda Sulsel, Muh Hatta, membenarkan kekurangan bus tersebut. Ia mengaku bahwa saat ini ada tujuh unit bus yang masih beroperasi.

Namun, jika dibandingkan dengan jumlah pegawai yang membutuhkan layanan antar jemput, kata Hatta, itu belum memadai. Apalagi, jika ada bus yang tidak beroperasi karena harus masuk bengkel.

Sebanyak dua bus untuk antar jemput pegawai yang tinggal di wilayah Antang dan sekitarnya, dua unit untuk rute Daya, sementara untuk wilayah Toddopuli, Cendrawasih, dan Kabupaten Gowa, disiapkan satu unit bus.

“Tapi jumlah itu masih kurang. Idealnya, butuh beberapa unit bus lagi. Jika tujuh unit bus itu beroperasi semua, kita masih butuh sekitar empat unit lagi. Tapi kalau seperti sekarang, ada yang harus masuk bengkel, tentu kita butuh lebih,” ungkap Hatta.

Namun sayangnya, untuk mengakomodir kebutuhan pegawai tersebut tahun ini, mereka harus bersabar dulu. Pasalnya, kata Hatta, tidak ada penganggaran pengadaan bus baru. “Padahal ada empat bus yang diperbaiki saat ini. Ada yang diperbaiki AC-nya, ada juga yang harus dico,” ungkap Hatta.

Terkait banyaknya bus tidak terpakai yang diparkir halaman Kantor Gubernur, Hatta mengatakan jika bus-bus itu memang sudah tidak layak pakai alias sudah rusak dan sangat sulit untuk diperbaiki lagi.

“Itu bus-bus yang sudah jaman Baheula. Kalaupun diperbaiki, ongkosnya sudah cukup besar. Tidak sebandinglah dengan layanannya. Apalagi jika harus selalu servis. Bus-bus tersebut sudah terhapus dari aset Pemprov Sulsel,” jelas Hatta. (*)


div>