SABTU , 15 DESEMBER 2018

Pemprov Kembali Genjot Produktivitas Rempah-rempah

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 27 September 2017 11:30
Pemprov Kembali Genjot Produktivitas Rempah-rempah

Rempah-rempah. (Doc RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui Dinas Perkebunan kembali akan menggenjot produktivitas rempah-rempah dengan menggelar berbagai kegiatan dan penambahan areal lahan.

Peningkatan dan penambahan luas areal lahan ini berdasarkan keinginan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, yang bertekad mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia yang pernah berjaya di masa silam.

“Permintaan beliau begitu untuk semua kabupaten. Mengidentifikasi lahan-lahan kosong agar pengembangan rempah-rempah bisa optimal. Dan hanya tiga komoditi yang diutamakan, seperti cengkeh, pala, dan lada,” ucap Basrul Gandong, Kepala Bidang Tanaman Semusim dan Rempah Dinas Perkebunan Sulsel saat ditemui di kantornya, Selasa (26/9) kemarin.

Basrul menjelaskan, rempah-rempah ini merupakan komoditi asli di Indonesia. “Rempah-rempah kan hasil garapaan rakyat sendiri dan belum disentuh. Maka dari itu, Kementan berharap di 2017 bisa kembali berjaya,” terangnya.

Basrul menjelaskan, untuk menangani hal tersebut, pihaknya mempunyai program kegiatan untuk rempah-rempah. Sebut saja, komoditi cengkeh, lada, dan pala akan diselenggarakan kegiatan intensifikasi, rehabilitasi, penambahan areal lahan, dan bantuan pupuk organik dan pestisida.

“Rata-rata itu tanaman diserang penyakit di atas 15 tahun usianya. Oleh karena itu, kita sediakan pupuk agar meningkatkan produksinya. Bantuannya sih, jumlahnya tidak cukup untuk petani, namun itu sudah termotivasi bahwa sudah ada perhatian lebih dari pemerintah,” paparnya.

Basrul merinci, tiga komoditi mendapat perhatian dari pemerintah. Seperti pada komoditi lada untuk di wilayah Luwuk Timur akan dilakukan penambahan lahan areal 20 Hektare (Ha), kemudian pala mendapatkan penambahan areal lahan sebesar 500 Ha di empat kabupaten di Sulsel.

“Wajo 200 Ha, Selayar 100 Ha, Soppeng 100 Ha, dan Bone Ha. Selain itu, untuk cengkeh sendiri akan dilakukan rehabilitas tanaman tua di daerah Bulukumba 100 Ha,” urainya.


div>