KAMIS , 24 MEI 2018

Pemprov Mudahkan Izin Usaha Via Online

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

doelbeckz

Rabu , 14 Februari 2018 23:07
Pemprov Mudahkan Izin Usaha Via Online

Kepala Dinas PMDPTSP Sulsel, AM Yamin, memberikan penjelasan mengenai layanan perizinanan bagi dunia usaha pada dialog dalam rangka Rakerkonprov 2018 DPP Apindo Sulsel di Grand Clarion Hotel & Convention Makassar, Rabu (14/2). foto: sugihartono/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (PMPTSP), semakin memudahkan usahawan dalam kepengurusan perizinan usaha.

Kepala Dinas PMDPTSP Sulsel, AM Yamin, mengatakan, untuk pengaplikasiannya, maka pihaknya menyediakan proses perizinan usaha via online.

“Semua sudah via online, ada SOP, dan transparan,” kata AM Yamin, saat menjadi salah satu pemateri pada dialog dalam rangka Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) 2018 Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel di Grand Clarion Hotel & Convention Makassar, Rabu (14/2).

Kemudahan perizinan usaha ini, dilakukan guna menjangkau para pengusaha baru dalam meningkatkan usahanya dengan proses izin yang dipersingkat.
Dengan aplikasi berbasis online yang diluncurkan, pemprov Sulsel sejauh ini, tidak menemui kendala berarti.

“Kalau di provinsi hampir tidak kendala yang kami hadapi, hanya saja ada beberapa di kabupaten dan kota, tapi kita terus dorong agar pelayanan mereka bisa mengikuti pemprov,” jelasnya.

Penyelenggaraan pelayanan perizinan Dinas PMPTSP Sulsel sebagai koordinator di daerah tentunya harus memastikan kesiapan para pemerintah kabupaten dan kota sebelum menjalankan pelayanan perizinan secara terpadu.

Sistem online ini diketahui menghubungkan antara data perizinan di daerah ke pusat. “Kegiatan ini untuk memastikan kesiapan dserah dalam melaksanakan program integritas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini,” terangnya.

Sementara, Ketua DPP Apindo Sulsel mengatakan, pemerintah harus lebih memperhatikan dunia usaha. Sebab dengan maksimalnya dunia usaha, maka memberikan dampak cukup besar kepada pembangunan.

“Kalau dunia usaha berjalan lancar, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat, penyerapan tenaga kerja juga meningkat, dan angka kemiskinan berkurang,” jelasnya.

“Perizinan jangan dilihat sebagai langkah terakhir, betapa beratnya perizinan saat ini. Hal ini berdasarkan masukan dari teman-teman dunia usaha. Memang seperti tadi dikatakan Pak Yamin, ada kemudahan ditawarkan, tetapi nyatanya di lapangan justru sebaliknya. Ini yang harus jadi perhatian,” tambahnya.

Pada diskusi ini, tampil pula sebagai pemateri, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Apindo Hariyadi B Sukamdani, perwakilan BPJS Kesehatan, Kepala BPS Sulsel Nursam Salam, dan lainnya.

La Tunreng mengatakan, rakerkonprov ini merupakan wadah evaluasi kinerja satu tahun lalu dan membahas sekaligus menyusun program kerja satu tahun ke depan.

“Rapat kerja ini merupakan amanah Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk melaksanakan evaluasi program kerja Apindo selama satu tahun terakhir dan merumuskan program kerja satu tahun ke depan. Termasuk mengevaluasi kinerja pemerintah, khususnya di bidang ekonomi. Ini dilakukan agar sinergitas program pemerintah, khususnya Pemprov Sulsel dengan Apindo Sulsel. Kami mengundang teman-teman dari 24 Dewan Pengurus Kabupaten/Kota (DPK) se-Sulsel. Akan dirumuskan beberapa hal yang nantinya akan menjadi program dan sejumlah rekomendasi ke pemerintah. Khususnya ke gubernur terpilih,” jelasnya. (***)


div>