RABU , 12 DESEMBER 2018

Pemprov Setujui Revisi Lahan Kereta Api

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 21 Juli 2018 13:30
Pemprov Setujui Revisi Lahan Kereta Api

LAHAN KERETA API. Seorang anak bermain di atas lajur rel kereta api di Kabupaten Barru, belum lama ini. Pemprov Sulsel melalui DPKP2 akhirnya menyetujui untuk menindaklanjuti revisi Penetapan Lokasi (Penlok) lahan Kereta Api (KA) pada dua titik di Kabupaten Barru. md fajar rakyat sulsel

– Memperlebar Area Rel hingga 70 Ha

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, dalam hal ini Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (DPKP2), akhirnya menyetujui untuk menindaklanjuti revisi Penetapan Lokasi (Penlok) lahan Kereta Api (KA) pada dua titik di Kabupaten Barru.

Kepala Dinas PKP2 Sulsel, Andi Bakti Haruni, mengatakan, bahkan pihaknya sampai saat ini sudah melengkapi berkas penlok baru tersebut.

“Sudah ada revisi penetapannya masuk, bahkan sudah ada mi lagi hasil revisi penloknya,” kata Bakti Haruni, Jumat (20/7) kemarin.

Penjabat (Pj) Bupati Bone ini, juga mengatakan, pihaknya telah mengajukan hasil penlok yang baru itu, sesuai dengan laporan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Diaman BPN Kabupaten Barru, sebelumnya mengusulkan sebanyak dua titik lahan kereta api yang mengalami kendala. Yakni di Desa Pancana dan Desa Lasitae, akan mengalami perubahan lantaran kondisi geografisnya yang harus melalui pengunungan kecil.

“Jadi lokasinya tidak pindah, tapi masih di lokasi yang sama hanya saja kita harus melakukan pengikisan gunung tersebut sehingga tidak menganggu jalur kereta api, total lahan untuk dua titik itu sebesar 7 Hektare (Ha),” ujarnya.

Selain itu, pada dua titik tras di awal yakni lebarnya 50 meter, maka akan bertambah itu tergantung dari ketinggian bukit.

“Kami sudah tinjau lapangan bersama TP4D, BPN, dan Biro Hukum, jadi harus diamankan karena faktor geografis,” ulasnya.

Pada Rapat Forum Group Discution (FGD) Perencanaan Penyelenggara Perkeretaapian Umum yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Rabu (18/7) lalu, aspek pembebasan lahan masih menjadi fokus diskusi. Dimana, pembebasan lahan tersebut masih dinyatakan sulit untuk dieksekusi.

Dari diskusi tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahaman, mengatakan, berdasarkan laporan pihak perwakilan Badan Pertanahan Nasional, bahwa sejumlah masalah yang membuat revisi penlok dapat dilakukan.

“Salah satunya adanya sekira 600 kuburan yang harus dipindahkan, selain masih ada lahan yang masih belum jelas kepemilikannya,” kata Jufri.

Untuk itu, rencananya dalam waktu dekat pihak BPN akan menyerahkan data penloknya.

Sementara, Kepala Bagian Perkeretaapian Kelas I Jawa Bagian Timur, Nur Setiawan, mengatakan, akhir tahun ini pihaknya memastikan akan melakukan pengoperasian angkutan penumpang pada jalur yang sudah ada.

“Itu pemerintah sudah selesai, akhir tahun ini selsai, itu yang akan kita operasikan dulu yaitu angkutan penumpang,” ujarnya.

Untuk tahap awal, Nur mengatakan, untuk satu train set kereta api bisa membaw tiga lokomotif gerbong. Dimana dalam satu gerbong mampu memuat hingga 60 orang.

“Itu mungkin kita perlu dua train set kereta api, satu pergi satu pulang. Pengadaan ini yang sedang kita siapkan dokumennya. Pokoknya 18 November sudah kontrak,” ulasnya.

Untuk target penyelesaian keseluruhan, Nur menargetkan akan rampung hingga 2020, sehingga 2021 itu sudah selesai semua sepanjang 221 Kilometer (Km). (*)


div>