JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Pemprov Sulsel Dorong Daerah Harus Penuhi Indikator KLA

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 04 April 2017 22:16
Pemprov Sulsel Dorong Daerah Harus Penuhi Indikator KLA

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Maraknya Pernikahan dibawa umur di 24 kabupaten/kota membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mendorong daerah harus memenuhi indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Diketahui, data yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel siswa/i yang tidak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), rata-rata beralasan karena sudah menikah.

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi Gender dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Sulsel, Suciati Sapte Margani mengatakan, fenomena perkawinan anak usia dini, ditengarai sebagai salah satu penyebabnya adalah kepatuhan hukum yang masih rendah di masyarakat.

Karena, kata Suci, ketidaktahuan orangtua mengenai hukum legal dan agama, dan pengetahuan tentang dampak dari pernikahan usia anak dari sudut pandang kesehatan dan keselamatan jiwa untuk anak perempuan dan bayi yang dilahirkannya. Sehingga masih ada orang tua yang mengizinkan perkawinan di bawah usia 18 tahun

“Salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) dalam tujuan kelima “Meraih kesetaraan gender dan pemberdayaan Perempuan. Dan anak perempuan adalah mengurangi praktik- praktik berbahaya pada anak termasuk perkawinan usia anak dan perkawinan yang Dipaksakan,” ungkapnya, Selasa (4/4).

Dia menambahkan, orang tua menjadi kunci dalam upaya penurunan prevalensi perkawinan usia anak, sehingga setiap upaya untuk menurunkan prevalensi perkawinan usia anak harus mencakup edukasi terhadap para orang tua.

“Upaya Yang kami lakukan oleh diantaranya menguatkan kapasitas lembaga dan organisasi masyarakat dalam hal pemenuhan hak dan perlindungan anak,” ucapnya.

Menurutnya, lembaga organisasi yang dilatih ini diharapkan menjadi kepanjangan tangan DPPPA Sulsel di level masyarakat dan keluarga dari anggota masing-masing lembaga, untuk menyuarakan pemenuhan hak dan perlindungan anak, termasuk hak pendidikan dan pencegahan dari perkawinan usia anak

Lebih jauh, Suci menjelaskan, melalui program Ketahanan dan kualitas keluarga, DPPA Sulsel juga melakukan edukasi kepada para kader di tengah masyarakat untuk meningkatkan kualitas parenting dan kesetaraan gender dalam keluarga.

“Dan yang lebih penting lagi untuk mendorong komitmen pemerintah daerah dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak, pencegahan pernikahan usia anak menjadi salah satu indikator dlm pencapaian predikat KLA di Sulsel,” katanya

Dinas PPPA Sulsel, kata dia, terus mendorong kabupaten/kota dalam pemenuhan indikator layak anak, melalui pembinaan dan evaluasi KLA di Sulsel.


div>