MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Pemprov Targetkan 100 Pengusaha Desa per Lima Tahun

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Selasa , 19 April 2016 19:43

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, membuka Diklat Terpadu UMKM dan Koperasi Sulsel yang berlangsung di Hotel Sahid, Selasa (19/4). Diklat ini diharapkan dapat menghasilkan 100 pengusaha di desa per lima tahunnya.

“Kalau begitu setiap desa menghasilkan dua puluh pengusaha tiap tahunnya. Sedangkan, kita punya 3.000 desa,” sebut Syahrul.

Ia menyebutkan, pelatihan ini dihadiri sekira 1.000 orang. “Kita berharap pengembangan intelektual atau mindset wirausaha yang benar mampu dilakukan melalui pelatihan. Sehingga management supportnya bisa lebih baik serta dapat didukung oleh pemerintah,” katanya.

Syahrul berharap, dari pelatihan ini, pelaku wirausaha dapat dipacu lebih baik, khususnya wirausaha muda.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, dirinya sedang menggagas agar uang yang ada di desa tidak usah keluar. Artinya, masyarakat desa diharapkan menyediakan kebutuhannya sendiri, sehingga tidak lagi mengeluarjan uang untuk berbelanja ke swalayan. Disebutkannya, Desa Mart dapat menjadi program yang sangat baik bagi desa.

“Toko yang dibangun sendiri oleh desa yang bersangkutan dengan bimbingan Disperindag dan Koperasi provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan di setiap desa ada usaha yang memenuhi kebutuhan dasarnya,” jelas Syahrul.

Menurutnya, dana desa Rp1 miliar yang digulirkan pemerintah dapat menjadi stimulan program tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Syamsu Alam Ibrahim, mengatakan, pelatihan ini mencakup perkoperasian, UMKM, akuntansi, dan pemasaran dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Dalam mengahadapi MEA kan kualitas barang harus baik, harus diketahui bagaimana pemasaran, menggunakan internet, dan bagaimana proses akuntansi koperasi dan UMKM bisa berjalan dengan baik,” tururnya.

Selain itu, ia berharap melalui pelatihan ini, muncul lagi UMKM yang berpotensi untuk ekspor. “Kita undang dari Tator pengekspor kopi, Enrekang, dan Gowa pengekspor Markisa,” ungkapnya. (***)


div>