Pemrov Sulsel Genjot Produktivitas dan Industri Kreatif Jagung

PRODUKSI JAGUNG. Warga menjemur jagung hibrida hasil panen di Galesong Selatan, Takalar, belum lama ini. Pemerintah melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulsel terus menggenjot produktivitas komoditas jagung. ASEP/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulsel terus menggenjot produktivitas komoditas jagung. Kali ini, telah melakukan penambahan areal lahan di berbagai kabupaten/kota.

Kepala Bidang Tanaman Semusim dan Rempah Dinas Perkebunan Sulsel, Basrul Gandong, mengatakan, sejak Maret dan April 2017 lalu, melalui Dinas Ketahanan Pangan Hultikultura telah melakukan penambahan areal tanam dilahan perkebunan sebanyak 75,100 Hektare (Ha).

“Ada kegiatan integrasi penambahan areal lahan jagung. Dan yang sudah di realisasi kan itu sebanyak 52 ribu Ha di tahun 2017,” ucap Basrul, Kamis (28/9) kemarin.

Basrul menyebutkan, dari sejumlah areal lahan yang ditambahnkan mendapatkan bagian di seluruh kabupaten Sulsel. Terkecuali kabupaten Sidrap, Makassar, dan Parepare.

“Ketiga kabupaten tersebut tidak memproduksi jagung. Dan untuk 1.500 Ha, hanya empat daerah yang mendapatkan. Sebut saja, Pinrang 800 Ha, Wajo 300 Ha, Luwuk Utara 400 Ha, ditargetkan produksinya sampai dengan 8 ton per areal lahan,” katanya.

Basrul mengaku, di penambahan areal lahan jagung, saat ini tak ada hambatan. Mulai dari penambahan areal hingga penambahan bibit benih jagung.

“Ada tambahan di benuh jagung, itu dari Litbang. Ditargetkan itu 60 persen benih multinasional dan 40 persen benih biasa. Dan yang sudah terpenuhi itu, mencapai 10 hingga 15 persen,” ungkapnya.