SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Pemuda Desa Bululoe Desak Pemda Jeneponto Copot Kepala SMPN 2 Turatea

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Rabu , 05 September 2018 14:29
Pemuda Desa Bululoe Desak Pemda Jeneponto Copot Kepala SMPN 2 Turatea

Fira Lestary (17) masih memakai seragam sekolah, dan terbaring lemas usai penganiayaan yang dialaminya.

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Menanggapi penganiayaan yang dialami oleh Fira Lestari (17) Siswi SMA Al Bahra, Kampung Beru, Desa Bulu Loe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto.

Pemuda Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, Safaruddin Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Turatea, Hj. Parida yang melakukan penganiayaan, Selasa (4/9) siang sepulangnya dari sekolah, kemarin.

Atas kejadian itu, Fira Lestari harus menanggung rasa sakit hingga harus dilarikan ke Puskesmas terdekat karena bibirnya berdarah akibat penganiayaan yang dialaminya.

“Kami atas nama pemuda Desa Bululoe Sangat menyayangkan tindakan yang tidak sesuai dengan peran seorang tenaga pendidik. Kejadian ini adalah salah satu cerminan tenaga Pendidik kita yang telah mencederai tenaga pendidik kita di seluruh Indonesia,” jelas dia, Rabu (5/9).

Dia juga tidak akan tinggal diam melihat penganiayaan tersebut, dia mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Bupati Jeneponto untuk mencopot Kepala SMPN 2 Turatea.

” Tentunya tindakan pemukulan tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja olehnya itu kami Meminta Kepada Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Serta Bapak Bupati Jeneponto Untuk Mencopot Oknum Kepala Sekolah Yang Melakukan Pemukulan terhadap Murid SMA Al Bahra,” tegasnya.

Selain itu, dia juga meminta kepada Polres Jeneponto untuk menindak lanjuta masalah tersebut serta mengawal kasusnya agar Oknum Kepsek mendapatkan efek jera.

” Kami meminta kepada pihak yang berwajib untuk melakukan pengawalan khusus terhadap Pelaku Pemukulan Siswi SMA Al Bahra, agar pelaku mendapat efek jera dan tidak mengulangi tindakan yang sama,” tegasnga lagi. (*)


div>