SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Pemuda Mahalona Raya Tagih Janji Bupati Luwu Timur

Reporter:

Ibrahim

Editor:

Iskanto

Rabu , 31 Oktober 2018 15:11
Pemuda Mahalona Raya Tagih Janji Bupati Luwu Timur

int

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan masyarakat yang mengatas namakan Forum Komunikasi Pemuda Indonesia Mahalona Raya, menggelar aksi demonstrasi di Kanntor Bupati.

Mereka menuntut Bupati merealisasikan janjinya dalam pendaan bus untuk anak sekolah dan ambulans. Ini dibutuhkan agar anak-anak di daerah tersebut bisa sekolah tepat waktu dan ambulan dibutuhkan untuk mempercepat tindakan medis bagi warga yang ingin akan.

“Kami sudah lama di anak tirikan, sementara kami ini adalah warga yang tinggal di lingkar tambang yang masuk pemberdayaan PT Vale. Daerah lain dapat  fasilitas tersebut, kenapa kami tidak ? karena ini janji Bupati maka kami menagihnya sekarang,” ujar Herman selaku Korlap Aksi saat demo di Kantor Bupati Luwu Timur, Rabu (31/10).

Menurut Herman secara keseluruhan ada tiga tuntutan yang mereka tagih. Yaitu meminta bupati memenhui janjinya untuk pengadaan bus sekolah dan mobil ambulans, mendesak Pemkab Lutim memaksimalkan Pembangunan infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat mahalona raya dan mendesak Pemkab Lutim mendorong dana Corporate  Social Responsibility  (CSR) PT Vale untuk pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat Mahalona Raya.

Aksi Demo ini diterima Asisten satu Pemerintahan Luwu Timur Dohri As’Ari, didampingi Budiman Staf Ahli Bupati.

Menurut Dohri, terkait permintaan mobil ambulans, kata dia, Pemkab Lutim telah menyiapkannya, tinggal penyerahan saja.

“Rencananya ambulans ini akan diserahkan pada acara Hari Kesehatan Nasional besok. Ambulan sudah ada ya , sisa penyerahan, besok rencananya diserahkan bertepatan pada Hari kesehatan Nasional,” ujar Dohri.

Terkait bus anak sekolah, lanjutnya, Pemkab Lutim telah melakukan Itu tender dan pemenangnya sudah ada. Informasinya bus tersebut masih berada di pabrik karena harus di modifikasi. “Yakinlah bus juga itu segera akan tiba di Luwu Timur karena proses tendernya sudah selesai,” terangnya.

Untuk tuntutan dana CSR PT Vale, kata Dohri hal ini harus dibicarakan dulu dengan manajemen PT Vale. “Kalau kami di Pemerintah sangat mendukung Mahalona Raya ada CSR, tapi keputusannya harus ada pembicaraan dulu dengan PT Vale. Setelah mendapat penjelasan tersebut, massa Aksi membubarkan diri,” tandasnya. (*)


Tag
div>