SABTU , 23 JUNI 2018

Pemudik Keluhkan Jalan Rusak dan Berlubang Sepanjang Enrekang

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 28 Juni 2017 23:20
Pemudik Keluhkan Jalan Rusak dan Berlubang Sepanjang Enrekang

Kondisi jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Enrekang dengan Kabupaten Tana Toraja yang berlubang tepatnya di Belajen dekat Pasar Sudu, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, seperti diabadikan, Rabu (28/6). foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Keinginan pemerintah agar arus mudik Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017 Masehi berjalan lancar nampaknya sedikit terganggu.

Pemudik, terutama yang menggunakan angkutan darat di Sulsel mengeluhkan banyaknya jalan rusak yang mereka lalui selama arus mudik. Padahal, program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) H-1 sampai dengan H+7 jalanan harus bebas lubang dalam pelayanan jalur mudik Lebaran.

Salah satu rute mudik yang dikeluhkan adalah jalan nasional di sepanjang Kabupaten Enrekang.

Di sepanjang jalan di Kabupaten Enrekang mulai perbatasan Kabupaten Sidrap hingga perbatasan Tana Toraja, banyak ditemukan jalan rusak, seperti berlubang dan amblas. Diantaranya di Maroangin, Karrang, Kabere, Padukku, Cendana, Riso, Pinang, Enrekang, Pandan Burung, Kotu, Serang Bu’ku, Kecok, Belajen, Sudu, dan lainnya.

Salah seorang pemudik asal Belajen, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Muh Iqbal, Rabu (28/6), mengatakan, saat mudik menjelang Lebaran lalu, perjalanannya sangat terganggu dengan banyaknya jalan rusak dan berlubang, khususnya saat memasuki Kabupaten Enrekang.

“Iya, banyak sekali jalan rusak dan berlubang kita lewati. Kondisi ini sangat tidak nyaman dan mengganggu perjalanan,” akunya.

Iqbal mengatakan, kondisi jalan rusak dan berlubang tersebut sangat terasa ketika sudah memasuki Kabupaten Enrekang.

[NEXT-RASUL]

“Saat masih di Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, dan Kabupaten Sidrap kondisi jalannya masih sangat mulus, meskipun masih ada rusak, tetapi pas memasuki Kabupaten Enrekang kodisinya langsung berubah drastis dengan jalan berlubang yang ada di sepanjang jalan,” terangnya.

Pemudik asal Belajen, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang lainnya, Muhammad Hakim, mengakui hal serupa.

Menurutnya, saat mudik, ia harus berjuang melalui banyaknya rintangan jalan rusak dan berlubang sebelum tiba di rumahnya.

“Kita harus menghindari setiap lubang yang kita lalui. Ini betul-betul tidak nyaman,” tuturnya.

Hakim yang mengendarai sendiri mobilnya menjelaskan, kondisi jalan tersebut selain membuat ketidaknyamanan sepanjang perjalanan, juga sangat rawan terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas).

“Bayangkan kalau dalam kecepatan tinggi saat jalan mulus, tiba-tiba ternyata ada jalan berlubang di depan. Ini kan sangat rawan kecelakaan,” jelasnya.

“Jalan seperti ini juga dapat menyebabkan kondisi kendaraan mudah rusak,” tambah Hakim yang selama ini tinggal di Makassar.

[NEXT-RASUL]

Selain jalan rusak dan berlubang, berdasarkan pantauan di lapangan, banyak terdapat jalan amblas. Salah satunya di Sudu, antara Polsek Alla dengan Puskesmas Sudu, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

Kendaraan terlihat harus mengantri melintasi jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Enrekang dengan Kabupaten Tana Toraja yang mengalami longsor dan retak hingga di tengah badan jalan ini.

Warga sekitar sangat kuatir dengan kondisi ini. Pasalnya, selain akan memutus jalan, jika tidak segera ditangani dapat berdampak kepada rumah warga di sekitarnya.

Jalan nasional yang mengalami longsor dan retak tepat berada di Sudu, antara Polsek Alla dengan Puskesmas Sudu, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

“Kalau ini tidak segera ditangani pihak terkait, bisa-bisa memutus jalan nasional ini. Kami juga sangat kuatir karena rumah kami bisa terkena imbas longsor jalan ini,” terang Bode, warga yang bermukim di sekitar jalan longsor ini.

Diberitakan sebelumnya, Bode mengakui, jalanan amblas ini sudah terjadi beberapa bulan lalu. Namun, hingga saat ini belum tertangani secara maksimal.

“Jalan ini mulai retak saat hujan deras turun beberapa waktu lalu. Karena tidak segera ditangani, makanya amblas dan longsor. Kita takutkan kalau tidak segera ditangani dan dirampungkan retaknya bisa terus melebar,” jelasnya.

Jalan rusak ini berada tepat di sekira KM 275+500 jalan nasional ruas Enrekang batas Toraja.

[NEXT-RASUL]

“Ada talud dan dekker yang roboh jadi jalan juga ikut jatuh,” ujarnya.

Selama ini pengerjaan jalan nasional Enrekang-Toraja ini sendiri, merupakan tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJN) XIII Makassar.

Menanggapi hal itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar, Bastian Sihombing, mengatakan, pihaknya melalui kontraktor pelaksana di lapangan sudah memaksimalkan pemeliharaan rutin. Terutama menjelang arus mudik Lebaran ini.

“Kita sudah memaksimalkan pengerjaan pemeliharaan jalan di seluruh wilayah yang berada di bawah naungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar. Termasuk di Kabupaten Enrekang. Itu sesuai instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Bahkan, hingga H-1 kita masih maksimalkan pengerjaan di lapangan. Kami juga melakukan pengawasan secara maksimal,” terangnya.

“Di Sulsel itu memang ada dua jalur yang parah dan berat. Yaitu jalur Sidrap-Luwu dan Sidrap-Enrekang, sehingga upaya yang dilakukan adalah penambalan sementara menggunakan kerikil. Namun, kondisi alam dan cuaca berupa hujan yang sangat mengganggu, makanya tambalan yang dilakukan terangkat lagi akibat genangan air dan arus kendaraan yang lalu lalang,” tambahnya.

Bastian menambahkan, kendala lain, khususnya di Enrekang adalah Asphalt Mixing Plant (AMP) atau Alat Pencampur Aspal milik kontraktor pelaksana ditutup warga dan dilarang beroperasi. Sehingga menghambat pengerjaan. Kontraktor juga terpaksa harus mengambil suplai aspal dari Tana Toraja.

“Coba AMP di Enrekang itu beroperasi dapat menunjang pengerjaan dan pemeliharaan jalan di sana. Tetapi apapun itu tidak boleh menjadi alasan kontraktornya terhambat bekerja. Saya sudah minta kontraktornya, harus bertanggung jawab. Mau dapat aspal dari mana, pekerjaannya harus tetap berjalan lancar dan maksimal,” jelasnya.

Bastian berjanji setelah Lebaran, pengerjaan jalan akan kembali dilanjutkan, sehingga jalan kembali mulus dan nyaman dilalui masyarakat. (***)

 


div>