KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Pencopotan Adnan Bakal Lecut Semangat Tim Punggawa

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 17 Mei 2017 13:02
Pencopotan Adnan Bakal Lecut Semangat Tim Punggawa

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pencopotan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Gowa dinilai sebagai kemunduran Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

Bukan kali pertama hal itu terjadi, beberapa kali Golkar di Sulsel telah memperlihatkan kepanikannya dengan memangkas beberapa pengurus, baik wilayah maupun daerah yang dituduh mbalelo atau tidak taat terhadap keputusan partai. Sementara, sikap itu dianggap sangat subjektif tanpa pertimbangan yang matang.

Pengamat Politik Muda, Saifuddin Al-Mughny, Selasa (16/5), mengatakan, menjelang Pilgub 2018 mendatang konstalasi politik kian memanas dan sangat seksi bagi seluruh kandidat. Dan dalam kondisi seperti ini partai politik harus berhati-hati dalam mengambil sikap politiknya. Jangan sampai justru menjadi tsunami politik terhadap partai itu sendiri.

Ada banyak hal yang menarik menjelang Pilgub 2018 mendatang. Terutama, pencopotan Adnan Ichsan Yasin Limpo sebagai sebagai ketua DPD II Golkar Kab. Gowa, yang dianggap sebagai bentuk kepanikan Nurdin Halid yang juga sebagai calon Gubernur Sulawesi Selatan. Hanya karena Adnan bakal mendukung bapaknya sendiri yakni Ichsan Yasin Limpo yang dipastikan ikut bertarung di Pilgub Sulsel mendatang.

Adnan yang juga sebagai putera Ichsan Yasin Limpo yang mana beliau berkeinginan maju 01 Sulsel, keberpihakan secara biologis dan ideologis keduanya tak mungkin dipisahkan. Sehingga pencopotan tersebut lebih pada kepentingan politik dalam kontestasi politik 2018 mendatang.

“Ini memang tidak terlepas dari konstalasi Pilgub 2018 mendatang, Adnan IYL tidak bisa dipisahkan antara Ideologis dan Biologis dengan bapaknya sendiri. Artinya apa? bagi dia tidak ada pilihan, selain memilih bapaknya sendiri IYL sebagai Gubernur Sulael nantinya,” ungkap Saifuddin Al-mughny.

“Saya kira ketika Adnan harus mendukung bapaknya di Pilgub itu adalah sesuatu yang wajar, golkar tidak boleh memperlihatkan kepanikannya. Jika ada kader atau pengurus partai yang mbalelo langsung dilengserkan tanpa melalui mekanisme partai,” tambah mantan Wakil Rektor III UVRI Makassar ini.

[NEXT-RASUL]

Dengan demikian, Saifuddin mengatakan bahwa Golkar harus kembali memantapkan kondisi internalnya. Pasalnya, jangan sampai ternyata masih banyak kader-kader atau pengurus partai yang hanya nebeng nama saja tetapi pilihannya bukan kepada calon Gubernur Sulsel berdasarkan usungan partainya.

“Itu yang harus kembali dievaluasi oleh Partai Golkar Sulsel ke depan, apakah semuanya total mendukung Nurdin Halid atau tidak.”

Selanjutnya, pihaknya menilai pencopotan terhadap Bupati Gowa ini sangat berdampak negatif terhadap Partai Golkar itu sendiri. Sementara di sisi lain, akan berdampak positif terhadap IYL.

“Pencopotan itu akan mempengaruhi kerja-kerja politik Ichsan Yasin Limpo. Adnan Purichta Ichsan akan semakin full mendukung bapaknya pada Pilgub nantinya. Jadi, malah akan menambah spirit bagi tim dan loyalitas IYL,” tutup Saifuddin Al-Mughny. (***)


div>