SELASA , 23 OKTOBER 2018

Pencopotan Buwas Bentuk Penzaliman

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Sabtu , 05 September 2015 12:33

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM -Pencopotan Komisaris Jenderal Budi Waseso sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI yang kemudian digantikan oleh Komjen Anang Iskandar dianggap sebagai bentuk penzaliman.

Meskipun pada akhirnya Komisaris Jenderal Budi Waseso katanya tidak dicopot tapi digeser menjadi kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), namun menurut doktor hukum tata negara UMI, DR. Abdul Rachman Thaha. SH., MH, jabatan itu merupakan kewenangan seorang pada saat menjabat.

“Jabatan itu merupakan kewenangan seorang pada saat menjabat, dan inilah susahnya di Republik kita ini orang yang mau memperbaiki negeri ini pasti dizalimi. Contohnya saja, dulu zamannya Gus Dur yang menjadi korban kan adalah Pak JK, kemarin Pak Tedjo, dan sekarang malah pak Budi Waseso” jelas DR. Abdul Rachman Thaha, Sabtu (4/9).

Lebih jauh, Fungsionaris DPP PPP ini mengatakan bahwa Budi Waseso punya niat yang baik untuk memperbaiki negeri terutama dari penyakit korupsi.

“Saya melihat niat baik pak Budi Waseso itu luar biasa untuk memperbaiki negeri ini, terutama memberantas korupsi. Sebab korupsi merupakan musuh bersama kita dan korupsi ini bahaya yang laten. Apa hubungannya penegakan hukum dengan dampaknya ke ekonomi, justru kalau hukum baik, keamanan baik, pertumbuhan dan roda prekonomian ikut membaik” ungkapnya.


div>