KAMIS , 18 JANUARI 2018

Pendaftaran Sayang-IA Diusul Di Dua Hotel

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 06 September 2012 10:33
Pendaftaran Sayang-IA Diusul Di Dua Hotel

int

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Untuk menghindari gesekan pendaftaran kandidat di KPU Sulsel antara Syahrul-Agus (Sayang) dan Ilham-Aziz (IA), pengamat politik Prof Aswanto menyarankan agar KPU Sulsel mempertimbangkan kembali keputusan yang ditentukannya. Hal itu menyusul prediksi akan mudahnya terjadi gesekan apabila KPU tetap pada keputusannya menjadwalkan Sayang dan IA melakukan pendaftaran di hari yang sama, 14 September nanti.  “Ini hanya sekadar sumbang saran karena palu tetap dipegang oleh Pak Jayadi selaku Ketua KPU Sulsel,” ujarnya saat hadir bersama lima profesor yang diminta masukan terkait pemilukada Sulsel di Mapolda Sulsel, kemarin.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas, unsur kepolisian-TNI, dan masing-masing perwakilan tiga kandidat.

Untuk itu, Aswanto mengatakan, kalau berdasarkan aturan perundang-undangan, bahwa pasangan calon baik yang diusung oleh partai politik maupun yang diusung oleh perseorangan, di situ mengatakan bahwa pendaftaran calon harus dilakukan ke KPU, bukan berarti harus di kantor KPU tempat pendaftarannya.

Menurutnya, dengan memisahkan tempat pendaftaran kedua pasangan calon gubernur Sulsel tersebut akan meminimalisir benturan antarpendukung. “Kalau aturannya seperti itu, kenapa tidak kita coba pisahkan tempat pendaftarannya, misalnya satu di Hotel Clarion dan satu lagi di hotel lain yang berjauhan jaraknya,” sarannya.

Menanggapi saran tersebut, Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas mengaku akan mempertimbangkan kembali saran dan masukan pada pertemuan tersebut. “Saya tidak bisa memberikan keputusan sendiri, secepatnya kami akan membuka rapat dengan anggota kami kemudian mengambil keputusan mengenai saran tersebut,” pungkas Jayadi.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Erwin Triwanto dalam pemaparannya terkait persiapan pengamanan yang dilakukan mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan ribuan personel yang akan dibagi dibeberapa titik yang akan dilalui oleh massa pendukung para kandidat.

Namun,  Kapolda Irjen Pol Mudji Waluyo menilai, persiapan yang dilakukan pihak Polrestabes Makassar masih sangat minim. Pasalnya, jumlah massa yang akan dikerahkan oleh masing-masing pasangan calon belum bisa di ditentukan.  “Kesimpulan sementara, berdasarkan situasi pemaparan Kapolrestabes memberikan penggambaran yang sangat mencekam. Masih banyak kemungkinan bisa terjadi,” timpal Mudji.

Kabid Humas Polda AKBP Chevy Achmad Sopari menambahkan, polisi melakukan pengawalan yang ketat kepada bakal calon gubernur dan bakal calon gubernur. Maka masing-masing kandidat akan dikawal 16 orang polisi, yang terdiri dari satu orang perwira dan setiap yang bergerak itu ada 5 orang. “Yang akan mengawal secara bergantian. Untuk pengamanan pendaftaran, Polda akan mengawal persiapan pendaftaran, saat ini, Polrestabes Makassar sendiri sudah menyiapakn 200 porsenel untuk pengamanan. Apabila massa yang berkumpul bertambah, maka petugas yang disediakan akan bertambah. Untuk selama proses pendaftraan hingga pelaksaan pigub sendiri, Polda Sulselbar menyiapkan sebanyak 10.114 porsenil,” paparnya. (RS8-RS11/D)


Tag
div>