SENIN , 11 DESEMBER 2017

Pendiri Forum RT/RW Tolak Smartphone Beraplikasi “Sadap”

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 26 Oktober 2017 15:24
Pendiri Forum RT/RW Tolak Smartphone Beraplikasi “Sadap”

Ketua RT di Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang Junaedi. ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan membagikan smartphone kepada seluruh RT/RW se-Kota Makassar yang dilengkapi aplikasi khusus untuk merekam percakapan.

Hanya saja, hal tersebut mendapat penolakan dari beberapa RT/RW. Salah satunya Ketua RT di Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang Junaedi.

Menurutnya, itu terlalu berlebihan, tidak sewajarnya RT/RW diawasi pembicaraannya.

“Kita ini cuma RT/RW tidak masuk akal kalau percakapan kami disadap, memangnya kita mengelolah anggaran ? kita juga bukan pembuat dan penentu kebijakan jadi untuk apa percakapan kami diawasi,” ujarnya, Kamis (26/10).

RT Mudaya- sapaan akrab Junaedi yang juga merupakan pendiri Forum RT/RW Kota Makassar (Forkotama) ini menyampaikan bahwa yang seharusnya diawasi itu adalah aparat pemerintah bukan RT/RW.

“Yang harus diawasi itu pemerintah karena yang bisa melakukan penyelewengan anggaran dan penyalahgunaan wewenang adalah pemerintah bukan kami, jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa yang harus diawasi dengan cara seperti ini adalah Walikota, Kepala Dinas, Camat dan Lurah karena mereka yang mengelolah anggaran,” tegasnya.

Bukan hanya Junaedi, beberapa RT/RW juga angkat bicara terkait hal tersebut, salah satunya Ketua RW di Kelurahan Walawalaya, Kecamatan Tallo, Ocang. Menurutnya, dengan melakukan perekaman percakapan terhadap RT/RW maka secara otomatis hal tersebut adalah penyadapan dan itu melanggar undang undang ITE.


div>