RABU , 18 JULI 2018

Pendukung IlhamSAH Ditodong Pistol, Polisi Bantaeng Tak Netral?

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

asharabdullah

Senin , 18 Juni 2018 20:30
Pendukung IlhamSAH Ditodong Pistol, Polisi Bantaeng Tak Netral?

Tim hukum pasangan Calon Bupati Bantaeng, Dr Ilham Azikin-Sahabuddin (IlhamSAH) saat melakukan konferensi pers. (ist)

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Tim hukum pasangan Calon Bupati Bantaeng, Dr Ilham Azikin-Sahabuddin (IlhamSAH) melaporkan tindakan pengancaman yang dilakukan oknum aparat Polres Bantaeng berinisial B. Oknum polisi ini diketahui mengancam pendukung IlhamSAH dengan senjata api.

Informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Ikbal (23). Dia mengatakan, dirinya dipaksa oleh sejumlah orang untuk ke posko pemenangan pasangan calon nomor urut 2, Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mapaptoba (Sumanga’NA) di Kecamatan Tompobulu, Minggu malam, 18 Juni.

Korban mengaku dipaksa mengaku melakukan money politik dengan menodong korban dengan parang. Ada pula yang menyulut rokok ke belakang telinga korban.

“Kepala ku ditutup pakai karung. Lalu ada parang yang melengket di leher saya,” aku Ikbal kepada wartawan, Senin (18/6).

Tidak sampai disitu, korban mengaku didatangi dua orang polisi di posko itu. Salah seorang polisi mengambil pistol dan mengisi peluru di pistol itu. Setelahnya, ujung pistol diacungkan ke kaki korban.

“Orang itu mengaku polisi. Dia todongkan pistol dan memaksa saya mengaku. Jika tidak, saya ditembak,” jelas Ikbal.

Ikbal yang didampingi tim hukum IlhamSAH melaporkan kasus itu ke Propam Polrestabes Bantaeng. Mereka berharap Polres Bantaeng dapat melakukan investigasi kasus ini untuk menjamin netralitas kepolisian.

“Ini sudah jelas, ada oknum polisi yang melakukan tindakan yang kasar untuk menekan dan mengintimidasi pendukung kami,” jelas Ketua Tim Hukum IlhamSAH, Suardi.

Dia mengaku, kejadian ini mengindikasikan jika Polres Bantaeng tidak netral di Pilkada Bantaeng. Buktinya, pasangan calon nomor urut dua menggunakan kekuatan kepolisian untuk mengintimidasi pendukung lainnya.

“Ini harus dihentikan. Kepolisian harus membuktikan netralitasnya di Pilkada dengan menuntaskan laporan ini. Jangan sampai citra polisi tercoreng akibat kasus ini,” jelas dia.

Kepala Seksi Propam Polres Bantaeng, Iptu Alimuddin membenarkan adanya laporan itu. Dia berjanji akan segera menuntaskan kasus ini atas instruksi atasannya. Dia juga mengaku akan bertindak tegas kepada siapa saja yang tidak netral di Pilkada Bantaeng.(*)


div>